The Devil Wears Guess, My Jobsss dan sejuta keluhan

Sebenarnya ide buat mengangkat tema tulisan kali ini udah ada sejak beberapa bulan lalu, tapi seperti biasa..Rasa malas begitu dominan untuk sekedar duduk di depan laptop lalu berjuang merangkai kata! Halah! πŸ™‚

Jujur, gw rada dag..dig..dug saat berniat untuk memposting tulisan ini. Takut malah ‘objek’ tulisan ini membaca tulisan gw, soalnya ada banyak orang-orang yang bekerja dibawah perusahaan tempat gw bernaung saat ini yang tidak hanya menjadi rekan seprofesi tetapi juga menjadi teman di lingkaran socmed (yaelahh kalimatnya!), tapi setelah dipikir-pikir, hellowww..gw memposting tulisan ini bukan untuk menjelek-jelekkan kok, dari dalam lubuk hati yang paling dalam, gw cuma berniat untuk share pengalaman aja, siapa tau ada teman-teman yang senasib sama gw. (woooo yaealahh, pasti banyak!) πŸ™‚

Kalo baca judul diatas, rasanya mirip-mirip judul sebuah buku yak? Yup betul! Tulisan ini terinspirasi dari buku terbitan tahun 2003: The Devil Wears Prada, karya Laure Weisberger. Ada yang belum pernah baca? Kalo ada, yaudah gih..sana cari bukunya, minjem kek, atau beli kek, trus dibaca biar tau apa isi bukunya. Buku ini juga pernah difilmkan pada tahun 2006, dibintangi oleh artis berwajah klasik, Anne Hathaway. Berhubung orang yang akan jadi objek tulisan gw ini ga pernah memakai merk Prada ke kantor, melainkan memakai merk Guess, jadi judul tulisan ini pun mengikuti kondisi yang ada dong πŸ˜€

Saat gw sedang ‘berenang’ di Social Media seperti Facebook, Twitter, YM, BBM, dan Whatapps, seringkali gw menemukan ada banyak orang yang ‘complain’ tentang atasannya,complain tentang pekerjaannya, dan complain tentang lingkungan pekerjaannya. Hayoo..ngakuuu siapa sih yang enggak pernah complain atau malah memaki atasan/boss-nya di SocMed or even dalam hati saja??? Kalau ada yang ngaku, pasti muna tuh! πŸ™‚

Gak munafik, gw juga pernah ‘ngedumel’ dibelakang boss gw kok. Rumpiin sama rekan kerja lainnya juga pernah, yang lebih parah, ngomongin boss gw ke teman-teman yang bahkan GA TAU dan GA MENGENAL sosok boss gw juga pernah! (contohnya? ya saat ini kaka!) πŸ™‚

Mari mendekat, duduk yang manis, dan gw akan menceritakan bagaimana akuwh bisa bekerja dibawah pimpinan boss yang ternyata berjenis kelamin wanita ini. MUHAHAHAHAHA..hiks..hiks! (gak usah rese ikut-ikutan ngetawain kemalangan gw deh!) πŸ™‚

Alkisah, ketika gw mendapat tawaran terhormat dari tempat gw bekerja, sebuah perusahaan keuangan yang dikenal dengan nama Bank, untuk ‘ME-MANAGE’, ‘ME-MAINTENANCE’, dan ‘ME-NSERVICE’ nasabah-nasabah prioritas dan VIP serta ‘ME-NJUAL’ produk-produk kebanggaan perusahaan kami kepada nasabah-nasabah yang duitnya ga berseri dan ga ada habis-habisnya itu. Heyyhooo! Gw senangnya minta ampun. Saking senangnya, waktu ikut ujian semacam ‘Fit and Proper Test’, itu semua soal di kertas bisa gw kerjain hanya dalam waktu 20 menit aja! Berbahagialah teman-teman yang satu ruangan sama gw, karena waktu itu mereka nyontek jawaban gw dan kita semua lulus bareng..IYAA! Untung aja lulus! fufufu..~Beuhh…Sombong!!!~ *DitamparNameTagSamaHRD* (abaikan tata bahasa gw di paragraf ini yaa! *wink-wink*)

Singkat cerita, euforia kebahagiaan gw ga berlangsung lama. *kena jebakan betmen!*

Kenyataan seringkali tak seindah harapan. Setelah proses promosi berjalan lancar, gw pun dimutasi ke cabang lain, soalnya di cabang yang lama, sudah ada senior yang mengisi posisi yang serupa, dan gw sebagai junior, mau ga mau harus dimutasi ke cabang antah berantah.Dengan harap-harap cemas, gw pun berdoa semoga ga dipindah ke ujung Jakarta, males bok kalo sampe pake acara pindah kos segala, udah gitu males juga kelamaan di jalan kalo kejebak macet mulu! Doa-ku pun di dengar Tuhan. Akuwh dapat cabang yang ga jauh lokasinya dari cabang sebelumnya. Apakah semua masalah langsung selesai? Owhh..tentu tidak! jeng..jeng..jrengggggggg….

Awalnya gw merasa senang ditempatkan di cabang yang lokasinya elit dan dekat dengan tempat tinggal gw. Terletak di sebuah apartemen yang dikelilingin oleh mall-mall besar dan mewah.Β  Alasannya simple, kalo mau nge-mall, cuma tinggal ngesot atau jalan kayang doang! Tapiiiiiiiii, disitulah masalah terbesarnya! Berhubung yang namanya apartemen itu eksklusif, dimana ga semua orang bisa sembarangan masuk ke kawasan apartemen, makaaaa bisa ditebak, nasabah yang datang ga seramai cabang-cabang lain yang letaknya berada di pinggir jalan. Lha, mau parkir aja ribet, ga bisa melipir sembarangan, kalo nekat,bisa-bisa disemprit sama satpam apartemen yang galak-galak itu. Swear! galakan satpam apartemennya daripada gw! Disinilah perjuangan yang benar-benar bikin gw bercucuran air mata darah dimulai. Kerja keras beneran! *lebay*

Selain menjadi semacam ‘konsultan keuangan’ buat para nasabah plus beberapa hal yang sudah gw sebutkan diatas, salah satu job desk gw yang lainnya adalah menghimpun dana pihak ketiga (DPK), supaya nantinya para marketing Lending bisa ‘ngelempar’ kredit buat para debitur. Baik itu berupa KPR,SMB, atau SMART. Kalo ada yang ga paham sama istilah beginian, gih, googling dulu sana! Males kalo disuruh jelasin panjang lebar soalnya. Gak full jadi tanggung jawab gw sih, Pimpinan cabang juga bertanggung jawab atas ketersediaan ‘Funding’ ini. Lebih apes lagi malah, Funding dan Lending adalah full tanggung jawab Pimpinan cabang. HAHAHAHAHA! Kasian ya??? Tapi biasanya, Pimpinan dan RM/PB bagi-bagi tanggung jawab, Pincab rempong ngurusin Lending, RM/PB rempong ngrusin Funding.

Berhubung lokasi cabang tempat gw bekerja kondisinya ‘mengenaskan’ untuk dijadikan tempat menghimpun ‘Funding’,Tau Funding kan? bahasa gampangnya mah, Funding itu berupa deposito,tabungan,reksadana,ORI, dan semua produk yang membuat orang menyimpan uangnya di bank! Lho? kok susah sih? kan deket mall? kan di apartemen? kan banyak orang kaya? kok bisa susah sih?

Helloww..itu kan pusat bisnis kaka! Semua tenant apartemen, dan tenant di mall itu basic-nya ya buat bisnis. Orang bisnis itu ya duitnya selalu berputar, butuhnya ya pinjaman, bukannya deposito yang berarti bikin duitnya mengendap di bank! Gimana bank bisa ngasih pinjaman kalo dana pihak ketiga-nya aja kurang atau bahkan minus? Apa kabar itu laporan keuangannya? Gimana cabang bisa dapat untung? punya kewajiban ngasih bunga ke nasabah funding, tapi ga dapat bunga dari nasabah lending. Ga imbang,cyin!! Cabang yang sehat itu adalah cabang yang seimbang antara Funding dan Lending-nya. Heyhoo! BINGUNG? Gih, googling sana buat nyari tau. πŸ™‚

Kebetulan Pimpinan gw saat baru pertama kali datang ke cabang itu adalah seorang yang jago di Lending, dan menyerahkan urusan Funding ke gw, yang notabene masih polos kaka! Terbiasa kerja di dalam kantor, jago kandang, dan tiba-tiba karena sedikit nasabah yang bisa terjaring dari dalam kantor, Gw wajib mencari NTB (New To Bank) untuk mendongkrak DPK, nyarinya ya mesti di luar kantor. Blah! Manalah akyu sanggup?! Mau nyari kemana coba? Emangnya nyari duit dengan nominal minimal ratusan juta itu gampang apa? Mau nangis rasanya! Sementara setiap bulan gw ditarget sekian eM..berrrr!!!!

Gak pernah kerja di luaran, ga punya referensi nasabah tajir, dilarang narik-narikin nasabah dari cabang sebelumnya dengan alasan ‘etika kerja’ biar gak sikut-sikutan, plus tekanan dari ‘Atasan diatasnya Pincab’ wajib tembus target tiap bulan, bikin gw stress! Udahlah, gw nyerah, mending pulang ke desa aja buat ngegarap sawah warisan,rela deh tiap hari mencangkul tanah garapan, daripada stress berkepanjangan gitu! Masalahnya, sawah warisan pun akuwh tak punya! matik deh gw!

Belum lagi masalah yang satu selesai, datang lagi kabar “BURUK’ lainnya. Pimpinan cabang gw kena rolling,cyin! Dan rumornya, pengganti Pimpinan cabang gw selanjutnya adalah seorang wanita yang namanya sudah tidak asing lagi di jagad perbankan KCU P*LM****! Mulailah suara sumbang terdengar di kanan dan kiri. Semakin lama, semakin santer. Semakin digosok, semakin sip! Semakin banyak mendengar, semakin lemas lutut gw! Dan satu cabang pun merasakan hal yang sama dengan gw! hahahaha senasib nih yee! Lha?? ini kenapa ga ada hal positif yang gw dengar tentang calon boss baru sih? Apa iya yang dikatakan semua orang itu benar? Dan perasaan gw pun semakin galau tak menentu.

Dalam hitungan minggu, nama gw pun langsung tenar wkwkwk, kok bisa? iyooo, bisa lhaa! Semua orang tiba-tiba merasa prihatin sama gw. Seperti biasa, kalo ada orang yang diangkat jadi Pimpinan Cabang, Surat Keputusan belum keluar, tapi gosipnya udah bisa nyampe ke ujung Jekardah! Berhubung rumornya Pimpinan cabang gw mau dirolling dan calon terkuatnya adalah…Sebut saja namanya Ibu, otomatis gw juga mendapat sorotan dong diantara teman-teman seprofesi hahahaha..iyaaa!! dapat sorotan mata ” Kasihan deh lo! Semoga kuat mental ya,jeung!” *nangis di pojokan*

Seperti yang dunia tau, di Indonesia itu, kebanyakan rumor atau gosip itu pada akhirnya akan menjadi kenyataan! Begitu pun yang terjadi di kantor cabang gw. Singkat kata, si Ibu jadi Pimpinan Cabang yang baru. Hari pertama dipimpin oleh boss baru, gw jadi orang yang paling sibuk…sibuk ‘mbalesin’ puluhan BBM yang masuk ke BB gw maksudnya. Ada yang menyampaikan keprihatinannya, ada yang kepo nanyain boss baru lagi ngapain, ada yang memberikan kalimat ‘penguatan’, ada yang nawarin lowongan di perusahaan lain, ada yang ngetawain (tegaa!!), wahh lengkap lah! Seolah-olah cabang gw baru ‘kemasukan’ mak lampir gitu deh. Jujur, gw juga kerja dengan hati ketar-ketir, udah mulai ‘kemakan’ omongan soalnya. >.<

Waktu pun berlalu, dan setiap hari gw jadi ‘si pemerhati’ setia karakter boss baru. Beberapa bulan berjalan, mulailah terlihat dan terbaca karakter boss gw ini, ternyata..ohh ternyataaaa! Ga semua yang gw dengar itu benar! Dan ga semua yang gw nilai juga benar! Bingung kan??? sama! Gw juga bingung! wkwkwk..

Well, si Ibu ternyata seseorang yang perfeksionis. Sounds negative or positive? Tergantung dari sisi mana kita melihatnya *sok bijak, padahal mah…*

Tauk sendiri kan gimana orang perfeksionis kalo bekerja? semua harus Excellent! Pelayanan harus OK! Jualan juga harus OK! target OK! semua-muanya wajib OK! Kerja apa-apa harus cepat, ga suka yang namanya berlambat-lambat, Harus ekstra ramah sama nasabah, Harus bisa kasih solving problem walaupun bantuinnya sampai ‘ berdarah-darah’.Β  Lo semua pasti mikir kayak gini, pantesssss si Arlinda rada kurusan sekarang! Well, ada benernya juga sih! T_T

Berada dibawah pimpinan boss yang perfeksionis, membuat gw mau ga mau juga jadi perfeksionis. Alamat manyun lah si Ibu kalo kerjaan gw ga beres. Kalo bisa, jangan sampai ada kesalahan. Tapi kan kita hanya manusia biasa kaka! Kesempurnaan hanyalah milik Tuhan. Lah? muahahahaha…

Yang namanya gedubrak-gedabruk kesana-kemari, bolak-balik kesana kemari, ngurusin ini itu dari ujung ke ujung, itu mah udah biasa!Β  Untungnya, si Ibu itu ga OMDO! Ngasih ‘standar’ performa kerja diatas rata-rata, tapi ga sungkan ikutan terjun langsung bantuin di lapangan. *nangisterharu*

Terdengar happy ending ya? ^^

JANGAN SALAH!!!!!!!!!!

Berhubung si Ibu udah bantuin kerjaan gw, harus ada timbal baliknya dong, gw harus bisa memaintenance dengan sebaik-baiknya semua nasabah yang udah dikenalin ke gw,tanpa cacat! Tau sendiri orang kaya, kecewa dikit, langsung ngambek dan pindah bank,cyin! ihikss..

Mari gw ceritakan kisah pilu dibalik semua kebahagiaan yang sudah kudapat itu…

Beruntunglah gw yang udah dikenalin sama lingkaran nasabah tajir kenalan sang Pemimpin Cabang. Bukan cuma sekedar kaya, tapi kaya buangetttttttt!

Belum pernah kan lo diajak naik Alphard cuma buat pergi ke warung mie legendaris langganan sang nasabah, hanya gara-gara di garasi rumahnya si tante itu ‘cuma’ punya 6 buah mobil. 5 mobil Alphard yang ‘cuma’ beda warna, sama 1 mobil Ferrari. Berhubung yang mau pergi makan itu ada 5 orang, dan ga mungkin 5 orang ini ‘tertampung’ sama Ferrari-nya yang cuma sebiji itu, sementara kalo jalan kaki juga jadinya rada jauh, plus rasanya aneh aja kalo punya 6 mobil di garasi, tapi ujung-ujungnya naik angkot, akhirnya, keluar juga itu mobil Alphard dari garasi untuk mengantar 4 orang tua, dan satu wanita cantik dengan dandanan super modis yang kerja di Bank XXX untuk sekedar pergi makan mie.*aheum..huk..huk..plakkk* Jarak warungnya ga sampe 100 meter, dan terletak di gang sempit perumahan warga, dan jalannya cuma muat buat satu mobil. Catet!!!

Trus gw bangga gitu cuma gara-gara naik Alphard dengan jarak ga sampe 100 meter? Merasa sukses gitu? Merasa hebat gitu?

Jelas enggak sodara-sodara! Malah malu! Disaat rame-ramenya para karyawan dari gedung-gedung perkantoran sekitar yang sedang beristirahat di warung mie dan warung-warung sekitarnya, ada 3 orang tua (yang satu lagi kan driver,jadi dia cuma nunggu di mobil aja!) dan satu cewe kece turun dari Alphard, ditatap puluhan mata sinis yang ada disitu lalu dengan cueknya masuk ke warung mie! Dan gw pun bisa langsung membaca apa yang ada di otak puluhan karyawan yang sedang menatap 3 orang tua dan satu cewe kece itu, “Pliss deh, Lagi pamer yahhhh???? Udah tau jalannya sempit, kenapa pula ada Alphard nekat masuk ke gang kayak beginih!!!” Yang ngasih tatapan manis hanyalah sang pemilik warung, kami pun disambut bak rombongan pejabat dan ini beneran loh! hiks..daaannnn puluhan mata pun menatap semakin sinis.

Trus??? Salah gw gitu yang cuma numpang di mobil ‘mahal’ itu? ataukah salah si tante nasabah yang ‘cuma’ punya mobil Alphard dan ferrari di garasinya? atauuuuu salah si pemilik warung yang menyambut kami layaknya menyambut rombongan pejabat? ahhhh taukk ahh, pokoknya pas makan rada aneh gitu lah, campur aduk jadinya perasaan gw yang terbiasa down to earth kemana-mana naik angkot ini *prettttttt!*

Semua ini MIAPAH??!! Ya, demi memberikan service ‘lebih’ memuaskan bagi nasabah, itulah yang membedakan kami dengan cabang lain, atau bahkan BANKΒ  lain, bukan service yang aneh-aneh loh ya tapinya! Saat kita dekat secara pesonal dan tentunya profesional dengan nasabah, mereka pun akan semakin loyal kepada Bank. Yah, simbiosis mutualisme lah intinya mah! Gw butuh, Elu juga butuh. Klop kan? nyokk maree dilanjut bisnisnya!

Ga semua nasabah tajir punya karakter ‘baik hati’ dan ga rewel seperti tante yang gw ceritakan diatas. Berbahagialah wahai para marketing yang semua nasabahnya anteng dan ga rewel, tapi GAK MUNGKIN! wkwkwk..

Namanya juga manusia, karakternya pasti berbeda-beda. Nasabah yang baik hati, tidak sombong, tidak rewel, tidak galak, dan tidak neko-neko pasti akan jadi nasabah favorit sang marketing dan seluruh staff di cabang hihihihi…tapi kalo kebetulan lagi apes, punya nasabah yang *amit-amit getok-getok kayu* karakternya “sulit” dan “rempong”, yahhh kuat-kuatin mental aja ya,ceu!!! Contoh marketing apes yang punya nasabah super duper ‘sulit’ dan paling rempong sejagat raya adalah……GW! hikssssssss *menangis panjang*

Belum pernah kan lo janjian sama nasabah, lalu telat gara-gara kena macet tak terduga, dan ‘disemprot’ lewat telpon cuma gara-gara gw merusak ‘schedule’ super pentingnya beliau hari itu??!! Usut punya usut ternyata gw hanya ‘merusak’ schedulenya buat latihan salsa bersama ibu-ibu kaya lainnya. Ngok! “pliss deh tantehhhh! Ga penting deh loe! Gw nyaris meleleh nih di dalam mobil kena macet, dikata Jakarta itu tinggal gelinding koprol trus langsung nyampe ke rumah lo di ujung utara Jakarta itu apahh?!!” Andai bisa balas ngomong kayak gitu! Dan untungnya aja ga kelepasan ngomong gitu, bisa repot ntar! wkwkwk..

Belum pernah kan lo dikerjain nasabah, janjian di koordinat A, begitu gw Otw kesana, tiba-tiba dia ngasih tau udah di koordinat B, disusul kesana, tau-tau dia ngasih tau udah di koordinat C! Samber geledek gak tuh! Teteupppp gw ga boleh marah atau complain, pelayanan prima,cyin!!! *garuk-garuk aspal lalu garuk-garuk pantat*

Belum pernah kan lo, janjian sama orang jam sekian, begitu datang ke rumahnya, pembantunya bilang, ohh Nyonyah lagi tidur siang dan ga bisa diganggu. Wot??wot???? ahh, udah biasa! nasiibbb..nasiibbb >.<

Belum pernah kan lo, baru sampai di kantor, lihat BBM, tiba-tiba ada nasabah nyuruh suruh datang ke rumahnya pagi itu juga, disuruh ambil form pembayaran kartu kredit, soalnya kartu kredit yang bersangkutan jatuh tempo hari itu, dan lokasi rumahnya udah kayak tempat Jin buang anak! Ebuset! Langsung ngibrit dah ke rumah sang jin, eh sang nasabah.

Dannnnnn…masih banyak pengalaman lainnya yang bikin pegel kalo gw ketik satu-satu.. Lol, dibalik dandanan kece, gaya berpakaian yang rapi, kok kerjaannya ‘seems like’ pembokat amat yak gw ini?

Terserah lah lo mau bilang apaan hahaha…, Namanya juga kerja di bidang jasa, Job desk-nya aja ‘Memberikan pelayanan prima!’ tau dong apa definisi pelayan? yang namanya pelayan ya kerjanya memang melayani, harus bisa menyenangkan hati majikan, harus mau disuruh-suruh, harus kuat-kuatin hati pas sewaktu dimarahi, harus bisa berlapang dada saat diperlakukan semena-mena, mau diperlakukan kayak gimana juga tetap ga boleh protes! asal ga menjurus ke pelecahan aja.

Dari pekerjaan itulah gw jadi belajar banyak hal, Seorang pelayan, ga punya ‘kekuatan’ untuk menjadi SOMBONG. (kalo bisa sombong sih namanya Boss!) dan dari pekerjaan itu juga lah gw tau bagaimana cara menghargai dan menghormati seorang pelayan. Swear, jadi pelayan itu ga enak! Berbahagialah kalian yang terlahir dengan keberuntungan “tidak perlu jadi pelayan!”. Tolong itu yang masih suka menyiksa pembantunya di rumah, yang suka menjadikan pembantu sasaran kemarahan, yang suka semena-mena nyuruh pelayannya begini dan begitu, bertobatlah! Sapa tau someday kalian dikasih ‘kesempatan’ buat nyicipin jadi ‘pelayan’, nah KAPOK loh! ekekekekeke…

Lha, kalo jadi pelayan itu ga enak, kenapa elo masih mau ngerjain pekerjaan kayak gitu,nda? jawabannya simple! Disitu gw dididik untuk belajar rendah hati, belajar apa arti melayani yang sesungguhnya, belajar untuk ga terus-menerus complain sama keadaan, dan semuanya ‘pendidikan’ itu gw dapatkan dengan GRATIS!

Trus sampe kapan lo mau ngerjain pekerjaan kayak gitu? Sampai ‘Babeh’ gw bilang, kalo gw layak naik kelas! hihihihi…see, simple kan? Jadi, makasih buat teman-teman yang sejak 2 tahun belakangan ini semangat buat ‘ngomporin’ gw meninggalkan pekerjaan ‘hina’ yang ga bikin gw kaya itu jauh-jauh, semua akan indah pada waktu-Nya.

Jadiiiiiiiii…kalo ada yang masih berpikir, enak yaa kerja di BANK, duitnya banyak, kerjanya jalan-jalan mulu tiap hari, orangnya cakep-cakep, wangi-wangi, sebuah pekerjaan prestisius, dan masih banyak embel-embel lainnya yang cuma keliatan bagus-bagusnya doang, sok atuh, dibaca lagi tuh tulisan gw dari atas sampe kebawah! hihihihihi…

Makanya gw merasa jengkel, ngenes, dan pengen ‘njitak’ kalo ada orang yang kerjanya di dalam ruang ber-AC, masih bisa nyuri-nyuri waktu buat internetan, jam istirahat teratur, ga ditarget sekian milyar per bulan, datang bisa jam 8 lewat (kalo di bank udah potong gaji tuh woiii..), pulang jam 5 teng, pulang masih sempat bisa masak makan malam, TAPIIIIIIIIII masih aja kerja malas-malasan dan ngeluh sama kondisi pekerjaannya saat ini! Yang katanya kerjaannya membosankan lah, yang boss-nya ga enak lah, yang kantornya ga asik lah. Ebusettttt, rasanya kalo baca status kayak gitu di SocMed berasa pengen ngelempar talenan emak gw di dapur deh! wkwkwk..sesekali ngeluh sih manusiawi lah, tapi kalo keseringan?? lha?? KERJA ngeluh, NGANGGUR malah nangis bombay, ga ada bersyukur-bersyukurnya amat sih jadi orang.

Gw nulis kayak gitu, bukan berarti gw sama sekali ga pernah ngeluh. OH..TENTU TIDAK! Berbahagialah orang yang masih punya privacy untuk sesekali mengeluh di Time Line SocMed-nya wkwkwkk..sedangkan gw??? harus hati-hati kalau mau mengeluh. Bingung juga mau ngeluh kemana dan kepada siapa? Ngeluh di status BBM? waaaaa…bunuh diri itu namanya! Ada banyak nasabah, rekan kerja, dan Boss-boss yang contact BBM-nya bertengger di situ. Di facebook? aduh,nek! ada banyak rekan sekerja disitu, di twitter? sama aja, ga jauh beda! Paling ngeluhnya cuma sama Tuhan, itu juga udah ga enak hati duluan sebelum ngeluh, kesannya kok ya gw ini bisanya cuma complain doang yak? hahahahaha *timpuk pake lemari*

Sadar atau ga sadar, tulisan ini juga udah termasuk suatu bentuk keluhan yang tersirat walau tak tersurat. Sama aja kalo gitu, gw juga tukang ngeluh! Yah, setidaknya gw ga cuma bisa nunjuk hidung orang lain untuk mendakwa lah wkwkwkkw….

Udah ah,ceu! Pegel nih ngetik sepanjang jalan kenangan gini. Udah jam 4 subuh! Apa kabar lah nih kerjaan gw pagi ini, ahikss…Tuh kannnnn..ngeluh lagi! πŸ™‚

Advertisements

2 thoughts on “The Devil Wears Guess, My Jobsss dan sejuta keluhan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s