traveling hemat dalam kota..

Banyak orang yang terkecoh dengan istilah traveling, kebanyakan dari kita beranggapan bahwa yang namanya traveling itu adalah liburan ke tempat-tempat spektakuler yang lokasinya jauh dan membutuhkan biaya yang lumayan besar. Padahal traveling itu gak mesti pergi ke tempat-tempat yang  jauh dan membutuhkan biaya yang bikin dompet menjerit kok. coba deh cari informasi sebanyak mungkin dari kota tempat kita tinggal, ada gak lokasi yang bisa dijadikan objek wisata atau sekedar tempat melepas penat dari rutinitas sehari-hari yang bisa menarik minat kita untuk dikunjungi.

Kebanyakan orang-orang di kota besar (contoh : GW!) memilih mall untuk menghabiskan waktu di akhir pekan, entah itu hanya sekedar duduk-duduk di kafe, makan-makan di restoran, atau belanja-belanja. Eh, yang terakhir sih gw ga begitu suka, kecuali kalo ada donatur yang mau menanggung seluruh tagihan belanjaan! *pret!* :p

Jumat kemarin, ditengah-tengah jam kerja, gw mulai menyusun rencana dan mengumpulkan niat untuk menghabiskan hari sabtu gw bukan di dalam kamar, berhubung minggu ini gw ga pulang ke rumah, otomatis hari sabtu dan minggu waktu gw kosong. Mulailah gw menghubungi teman-teman gw satu per satu, siapakah yang punya waktu kosong di sabtu siang untuk menemani gw jalan-jalan.

9 dari 10 orang teman yang gw ajak untuk menemani gw jalan-jalan di sabtu siang itu langsung menolak ketika tau bahwa tempat tujuan yang akan kami datangi adalah PLANETARIUM!  yaelahhh, padahal gw udah segitu mupengnya pengen kesana, masa iya 10 tahun tinggal di Jakarta belum pernah ke Planetarium sama sekali.

Singkat cerita, jadi juga sabtu siang itu gw meluncur ke Taman Ismail Marzuki di daerah cikini untuk berwisata ke Planetarium! cuhuyyy!

Sekedar informasi Planetarium Jakarta, digagas oleh Bung Karno pada 1964, simulator dan pusat observasi antariksa ini rampung dibangun dan diresmikan Gubernur Ali Sadikin pada November 1968.
Gedung itu dibangun atas sumbangan dana Gabungan Koperasi Batik Indonesia (GKBI), sementara proyektor teater bintang buatan Carl Zeiss-nya dibeli dengan dana pemerintah. Teater bintang ini tak lain adalah kubah putih berdiameter 22 meter yang secara rutin memutar aneka film astronomi.

Studio yang berisi sekitar 300an kursi ini dapat menambah pengetahuan tentang berbagai macam hal yang berhubungan dengan benda-benda di jagat raya antara lain Tata Surya, gugusan bintang dan segala macam aspeknya yang mempengaruhi kehidupan manusia di Bumi yang disimulasikan oleh sebuah kamera canggih buatan tahun 1996. Layarnya dibuat secara khusus setengah lingkaran bola dimana penonton berada didalamnya seolah-oleh sedang berada di pesawat luar angkasa sedang memandang dan menjelajah isi jagat raya.

Studio ini dilengkapi dengan tata suara dan keterangan dalam bahasa Indonesia sehingga kita akan banyak mendapatkan informasi yang terkandung dalam film yang diputar. Sebagai pusat observasi antariksa, Planetarium Jakarta saat ini memiliki 3 teropong bintang dan 1 heliostat untuk memotret matahari dan benda langit lainnya.

bintang

Saat ini ada 9 film astronomi yang disuguhkan Planetarium:
1. Tata Surya
2. Gerhana Matahari & Gerhana Bulan
3. Penjelajah Kecil di Tata Surya
4. Galaksi Kita Bima Sakti
5. Planet Biru Bumi
6. Bintang ganda dan Bintang Variabel
7. Dari Ekuator sampai Kutub
8. Riwayat Hidup Bintang
9. Pembentukan Tata Surya

Jadwal Pertunjukan :

Selasa – Jumat :setiap 16:30

Sabtu, Minggu dan Sabtu Libur Nasional : setiap 10:00, 11:30, 13:00, dan 14:30

Jumat Libur Nasional : Setiap : 10:00, 11:30, 13:00, 15:00, 16:30

Senin : TUTUP untuk pemeliharaan

Harga Tiket Masuk : Anak-anak Rp. 3,500 Dewasa Rp. 7,000

Kebetulan hari sabtu kemarin gw dan teman sampai di Planetarium sekitar jam 11.30 untuk nonton pertunjukan yang jam 13.00, dan ternyata hulalaaa~~~ antriannya panjang buangetttt! Gak menyangka kalo di hari sabtu ternyata banyak rombongan anak sekolah yang juga mau nonton, kirain kalo sabtu tuh gak banyak anak sekolahnya, salah perhitungan deh.

mulailah gw dan teman gw berjibaku mengantri untuk membeli tiket, kebijakan pihak Planetarium, satu orang hanya boleh membeli maksimal 6 tiket saja. Sayangnya, banyak rombongan sekolah yang kayaknya belum paham kalo untuk rombongan itu bisa pesan duluan, jadi gak perlu datang untuk rusuh mengantri pas hari H! Alhasil, baru berapa meter antriannya jalan, tiketnya udah ludes! Pupus sudah harapan gw untuk bisa nonton pertunjukkan yang jam 13.00. Dan petugas loket pengumumkan loket akan dibuka kembali pukul 13.30 untuk pertunjukkan yang dimulai pukul 14.30 dan saat itu jarum jam baru menunjukkan pukul 12 kurang! *sigh*

Karena memang udah diniatin mau nonton pertunjukkan di Planetarium, akhirnya gw dan teman pun memutuskan untuk nonton yang jam 14.30. Antrian masih panjang mengular di depan, tapi rasanya kok ya bete banget nunggu sampe loketnya dibuka lagi, sedangkan untuk keluar dari antrian kayaknya sayang banget karena masih bayak yang blom kebagian tiket. Ternyata gw ga sesabar itu buat nunggu satu setengah jam sampe loketnya dibuka lagi, mending keluar dari antrian, trus nanti ngantri lagi, dengan resiko ga kebagian tiket! Yasudahlah, kalopun gak dapat tiket, kan masih ada hari minggu ini.

Akhirnya gw dan teman gw pun meluncur ke daerah menteng prada untuk wisata kuliner dulu. Tepat di depan stasiun cikini, ada penjual es cendol duren yang ga pernah absen gw beli kalo kebetulan sedang berada di daerah menteng prada. Segelas es cendol dicampur gula merah,durian, dan ketan putih dan santan dihargai hanya 8000 perak aja. Soal rasa ga usah ditanya, rekomendasi gw sih ga pernah gagal deh! wkwkwk. Di dekat penjual cendol duren itu juga ada penjual siomay yang rasanya enak banget, dan harganya juga gak mahal, sayang kemarin gw belum lapar, jadi cuma beli cendol durennya aja, lalu langsung balik lagi ke Planetarium buat ngantri tiket lagi.

Sampai Planetarium, antriannya tambah menggila! Ada rombongan anak-anak sekolah beserta gurunya yang baru datang dan belum memiliki tiket. Gw pikir datang dari daerah manaaa gitu, eh ternyata datang dari sebuah sekolah yang terletak di Jakarta Utara. Please deh! tinggal di Jakarta, datang dari sekolah keren, ngajak seratusan anak murid, tapi gak tau kalo rombongan bisa reservasi duluan sebelumnya jadi ga perlu rempong rusuh ngantri sampe nyaris ngajakin ribut calon penonton perorangan lainnya. Emang itu sekolahan ga kenal internet pusatnya segala sumber informasi ya? ckckck!

Para calon penonton yang berstatus non rombongan taunya kalo mau nonton itu langsung datang dan beli tiket sama kayak beli tiket di bioskop, jadi rata-rata datangnya 1 jam sebelum pertunjukkan dimulai, masalahnya, banyak rombongan yang suka seenak jidat datang tanpa memiliki tiket dan langsung antri di tempat! Kebayang dong, udah nyewa bus, bawa rombongan anak-anak, udah narik bayaran dari anak murid juga,trus udah sampai TKP, mau gak mau harus dapat tiket untuk hari itu juga dong, dan semua harus kebagian tiket. Sementara, yang mau nonton kan bukan cuma rombongan mereka saja. Dan para guru-guru yang membuat program wisata tersebut mau gak mau harus memikul tanggung jawab buat mendapatkan tiket nonton hari itu.

Intinya, kalo rombongannya jumlahnya 100 orang, dapat tiketnya ya harus 100 orang, gak bisa cuma dapat setengahnya. Akhirnya guru-guru tersebut berjibaku untuk mengantri tiket sedangkan anak-anak muridnya disuruh menunggu di halaman sambil bermain-main, kalau satu orang hanya bisa membeli maksimal 6 tiket, berarti untuk 100 orang setidaknya butuh 17 orang yang mengantri dan harus berurutan antrinya,supaya satu rombongan dapat tiket semua,itu juga kalo tiketnya masih. Dan kemarin para guru tersebut panik karena yang antri kurang 1 orang, jadi mereka memanggil temannya untuk antri dibelakang mereka. Masalahnya, guru yang satu ini gak mau antri dari belakang, maunya langsung menyerobot antrian dan berdiri di belakang teman-temannya, otomatis para calon penonton yang sudah mengantri duluan pun tidak terima antriannya diserobot seperti itu, ketika ditegur untuk antri di belakang, guru ini pun ngotot kalo mereka satu rombongan dan berhak antri di belakang guru-guru yang sudah antri duluan. WTF!!!! Bikin emosi aja, yang lain ngantri berjam-jam, dia mau enaknya aja, ditegur nyolot pula! Gw dan teman gw yang tadinya ga mau ikut campur pun jadi bete dan ikut-ikutan ngomel deh jadinya.

Untungnya teman gw sudah melobi mbak-mbak yang antriannya sudah dekat loket, mereka hanya membeli 2 tiket, dan teman gw pun titip 2 tiket untuk kami (batas pembelian maksimal per orang 6 tiket) tetapi kami tetap ikut mengantri juga, biar mbak-mbak di depan ga merasa dimanfaatkan hahaha. Selamat deh akhirnya gw dapat tiket juga, kalo nggak nitip, mungkin gw juga ga akan dapet tiket karena beberapa meter di depan kami ada rombongan sekolahan itu *sigh*

Selesai beli tiket, kami pun mengantri di pintu masuk pertunjukkan, masih ada 1 jam lagi sebelum pintu dibuka, dan orang-orang yang sudah punya tiket rajin banget sudah tertib mengantri ckckckck! Lagi-lagi rombongan sekolahan yang  tadi gurunya bikin rusuh, sekarang anak-anak muridnya yang bikin rusuh. Lagi anteng-antengnya mengantri, mereka malah main dorong-dorongan antrian, dan gurunya cuma diam saja melihat kelakuan murid-muridnya. Sumpah! Gw sampai speechless loh liat fenomena guru dan murid hari itu!

Saking jengkelnya, teman gw langsung menegur gurunya untuk segera menertibkan anak muridnya, karena ada rombongan murid dari sekolah lain juga bisa tertib mengantri dan gak rusuh. Dan gw lebih ekstrim lagi, langsung negur berandal-berandal kecil itu untuk berbaris rapi kayak bebek, mungkin dengar suara gw yang udah naik naik 2 oktaf gitu, rombongan anak-anak itu pun mulai membentuk barisan antrian. Yaolohhh, mimpi apa sih gw semalam ketemu rombongan guru dan murid kayak gitu! >.<

Selama 45 menit didalam studio berbentuk setengah kubah putih itu diputar film simulasi tentang tata surya dan benda-benda langit,  bangku yang nyaman, studio yang bersih dan simulasi yang cukup keren untuk menambah pengetahuan tentang tata surya, harga tiket 7000 rupiah sih sangatlah murah! Apalagi kalau bangkunya diganti dengan kursi hidrolik, wuahhhhhh pasti tambah keren lagi deh hehehe…

sayangnya selama pemutaran simulasi, lagi-lagi penonton yang kebanyakan rombongan anak sekolah ini pun kelakuannya agak mengganggu penonton lainnya, seenaknya bertepuk tangan, suit-suit, dan bersorak-sorai. haduh..haduhhhhhh! *makin speechless* >.<

Walau ada beberapa hal yang membuat jengkel di hati, tapi gw sangat menikmati traveling murah dalam kota ini. Masih banyak tempat yang ingin gw kunjungi dengan budget minim di kota Jakarta tercinta ini. Yah, yang namanya traveling murah, memang seharusnya gak boleh protes kalo ada yang bikin gak berkenan di hati. Next, gw mau mengunjungi museum batik sekalian belajar bikin batik juga. Kayaknya seru tuh. Tunggu laporan perjalanan berikutnya ya 🙂

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s