I’m back!

Wow..nyaris tiga tahun gue berhenti menulis di blog ini. Setelah kecelakaan kapal itu, iya setelah tulisan terakhir yang kecelakaan di kapal itu gue stop menulis. Gue berhenti menuliskan setiap kegiatan traveling yang sudah gue lakukan 3 tahun terakhir ini. Entah sudah berapa perjalanan yang tidak gue tuliskan kisahnya. Entah sudah berapa moment yang gue putuskan untuk disimpan dalam ingatan saja. Setelah sekian lama, ternyata ada kerinduan untuk kembali menuliskan setiap perjalan hidup yang telah gue jalani. Menulis memang passion gue, namun sayang kondisi yang ada tidak memungkinkan gue untuk menulis sesering mungkin. Gak usah gue ceritakan lah ya disini, cukup disimpan sendiri aja.

Tiga tahun ini, gue menenggelamkan diri untuk berjuang menjadi pribadi yang lebih tangguh dari sebelumnya. Tidak mudah memang. Makin berjuang, makin dahsyat badainya. Dihempas, bangun lagi, dihempas lagi, begitu seterusnya sampai gue memutuskan untuk tidak menyerah dengan segala badai yang datang. Beruntung gue punya keluarga dan teman-teman yang selalu mendukung gue dalam kondisi apapun. Saling support, saling menguatkan, bahkan tertawa dan menangis pun bersama mereka.

Well, gue siap untuk menulis lagi sekarang. Semoga gak terhalang oleh perasaan malas yang selalu datang disaat niat menulis ini muncul. Ada satu halangan besar sih yang gue curigai akan selalu menjadi pelaku utama dalam kegagalan gue menulis. Itu grup whatsapp kumpulan teman-teman jaman SD emang racun! gak ada matinya. 24 jam ada aja topik yang diobrolin. Semoga gue bisa menahan godaan untuk gak selalu menatap layar hape sambil cekikikan >.<

Advertisements

Jadi korban kecelakaan kapal traumatik

Hidup dan mati manusia itu memang cuma Tuhan yang tau. Setiap kejadian pasti ada hikmahnya. Dan bisa terlepas dari maut merupakan suatu anugerah yang luar biasa. Ya, Tuhan itu baik. Sungguh teramat baik. Jujur, saat gue ngetik cerita ini pun tangan gue masih gemetar. Sepertinya gue mengalami Syndrom pasca kecelakaan yang puji Tuhan gak memakan korban jiwa. Tapi sepertinya, gue sebagai korban dan saksi kecelakaan mengalami trauma yang gak bisa gue jelaskan. Tadi siang tanpa ada kejadian apa-apa dan saat sedang sendirian, mata gue tiba-tiba meneteskan air mata dan tangan gue mulai gemetar. Gue berharap semoga aja syndrom pasca kecelakaan ini gak berlangsung lama dan kecelakaan ini gak membuat kapok untuk tetap melakukan hobi jalan-jalan yang amat gue cintai ini. Dan tanggal 3 Mei 2014 merupakan hari yang gak akan terlupakan buat gue.

Cerita ini berawal dari rencana perjalanan gue dan 2 teman lainnya, sebut saja Putut dan Aria untuk berkunjung ke Pahawang. Sebuah pulau di daerah Lampung Selatan. Pada akhirnya perjalanan ini diikuti oleh 15 orang lainnya termasuk Lola, seorang teman yang gue kenal waktu melakukan trip ke Karimun Jawa. Total tim kami yang berangkat ada 19 orang, termasuk seorang supir.

Sekitar Jam 10 malam mobil mulai bergerak dari Jakarta menuju Pelabuhan Merak. Kami tiba di pelabuhan Merak sekitar pukul 12-an. Saat itu antrian kendaraan untuk masuk ke dalam kapal lumayan padat, padahal kapal masih belum selesai bersandar. Akhirnya Putut memutuskan untuk membayar seorang calo sebesar 80 ribu rupiah supaya mobil kami mendapatkan prioritas untuk bisa masuk duluan ke dalam kapal, soalnya kalau gak bayar calo, nunggunya bisa lama, nyaris berjam-jam. Begitu kata si Putut. Awalnya gue sempet rada ngomel, bayar gitu aja kok mahal amat. Tapi pada akhirnya, keputusan itu anak lah yang akhirnya menyelamatkan mobil kami (beserta supirnya!).

Setelah membayar, si calo benar-benar melakukan tugasnya dengan baik. Mobil kami mendapat prioritas pertama untuk bisa segera masuk ke dalam kapal yang sebelum naik sempat gue baca namanya KM MARISA NUSANTARA. Setelah parkir di dek bawah, kami semua segera turun dari mobil untuk naik ke dek penumpang dan memutuskan untuk duduk di dek ketiga, di sebuah kafetaria terbuka yang berisi kursi dan meja-meja besi yang di las ke lantai sehingga tidak bisa digeser. Beberapa dari kami memutuskan untuk duduk di ruang VIP. Tadinya gue berpikir untuk masuk ruang VIP juga, toh tinggal nambah 10 ribu rupiah ini, tapi duduk di kafetaria juga lumayan nyaman, lagipula penyebrangannya tidak lebih dari 2,5 jam ini, akhirnya gue membatalkan niat untuk duduk di ruang VIP dan bergabung dengan yang lainnya di kafetaria.

Sekitar jam 1 dinihari kapal pun mulai berlayar. Bahkan gue sempat berkomentar mengenai kondisi laut yang keadaannya begitu tenang  jadi di dalam kapal gak terasa ‘goyangannya’. Bangku-bangku di kafetaria ini lumayan dipenuhi penumpang. Ada yang sambil ngopi, ada yang bermain dengan gadget-nya, ada yang menidurkan kepalanya diatas meja dengan kedua tangan dilipat sebagai alas kepala. Sementara gue,putut dan ceweknya asik ngobrol. Si Lola asik ngobrol juga dengan turis Jepang yang ikut dalam trip kami di meja sebelah. Kapal pun berlayar dengan tenang, sempat turun hujan juga yang membawa angin sejuk ke dalam kafetaria.

Tak lama berselang,kira-kira pukul 2.30, Pak Toni, supir yang kami bawa bilang mau turun ke dek bawah buat periksa mobil. Sempat jadi bahan tertawaan kami karena dia berjalan ke arah yang salah, namun kemudian balik lagi melewati kami karena dia sadar sudah salah arah. Dia kemudian turun melalui pintu dibelakang kafetaria. Dan tiba-tiba BRAKKKKKKKKKKKK…terdengar suara benturan keras dan gue melihat semua orang yang duduk di kafetaria jatuh terhempas dengan kerasnya ke lantai, sampai kursi dan meja yang di las pun terlepas dan bergeser dengan hebatnya. Hanya orang-orang yang duduk di meja gue dan meja sebelah gue yang gak terjatuh karena kami langsung refleks berpegangan pada sisi samping meja yang untungnya las-nya gak lepas. Kapal pun langsung miring ke kiri. Sesaat gue langsung sadar bahwa sudah terjadi tabrakan dan waktu itu gue berpikir kalau kapal kami nabrak karang. Gue pun bergegas berdiri dan melihat kenyataan bahwa kami ditabrak kapal lain di ujung agak depan karena gue sempat melihat monyong kapal yang menabrak kami dari sisi samping kanan itu ( yang kemudian diketahui bahwa itu adalah kapal berbendera kamboja dengan nama QI HANG). Sempat terdengar teriakan “awasss..mau ada tabrakan kedua!” lalu ” semua loncat ke airr..”

Kondisi di dalam kapal langsung panik, dan yang lebih mengherankan, orang yang paling panik adalah ABK-nya sendiri! Putut dan Aria tanpa dikomando langsung turun ke bawah untuk cari informasi. Gue dan Lola langsung berinisiatif untuk mencari jaket pelampung yang TERNYATA hanya tersedia di ruangan VIP!!! Itu pun gue sampai sikut-sikutan sama ABK-nya saat ambil jaket pelampung, masa gue udah pegang jaketnya, dengan teganya itu ABK main rebut aja. Ya jelas gue ngamuk! Bukannya nolongin para penumpang yang udah histeris dan panik, eh malah barbar dan egois menyelamatkan diri sendiri. Saat kembali ke kafetaria gue melihat tim yang gue bawa rata-rata sudah mendapat jaket pelampung. Gue lihat Putut sudah bergabung dengan kami lagi di kafetaria, diam-diam gue tanya kondisi di bawah, dia cuma bilang, gak apa-apa kok, cuma robek kecil dan minta gue tetap tenang supaya yang lain gak panik dan jangan sampai ada yang terpisah dari tim tapi entah kenapa gue malah gak percaya kalau “GAK ADA APA-APA”.

Gak lama kemudian, Aria kembali ke kafetaria dengan napas terengah-engah lalu menghampiri gue. Gue langsung berondong Aria dengan pertanyaan, gimana kondisi di bawah? kena dimana? parah gak? kenapa gak ada informasi dari pihak kapal? evakuasinya gimana? ini kapal udah miring loh, dll dan dia menjawab jujur dengan muka khawatir, ” sepertinya kita ditabrak kapal lain, dan badan kapal robek parah. Kapal yang menabrak pun sudah kabur. Pastikan semua tim kita pakai jaket pelampung dan kalau bisa, walaupun udah pakai jaket pelampung  tetap pegang satu jaket lagi untuk cadangan takut kemungkinan buruk terjadi, soalnya air sudah mulai masuk. Jrengggg!!! Bisa dibayangkan betapa horornya kondisi saat itu, tangan gue pun mulai gemetar hebat. Sempat berpikir, bisa gak ya gue keluar dari kapal ini dalam keadaan hidup?

Kondisi di dalam kapal benar-benar mencekam, semuanya panik, semua histeris, segerombolan ibu-ibu mulai menangis, ada yang membaca doa, nyaris semua sibuk menyalakan handphone untuk mengabari keluarga dengan sinyal seadanya. Sementara tim kami semua malah berusaha tetap tenang dan mengumpulkan gadget kami dalam sebuah plasik besar lalu diikat supaya kalau memang terpaksa nyemplung setidaknya alat komunikasi kami enggak kenapa-kenapa. Melihat tim kami yang berusaha tetap tenang dan terkoordinasi dengan baik, beberapa ibu-ibu mendekati kami dan ikut bergabung dalam gerombolan kami.

Kapal masih dalam kondisi miring saat tim kami memutuskan untuk naik ke geladak atas demi keamanan kami semua. Terlihat laut yang sangat tenang namun gelap. Tak berapa lama kemudian, seluruh penumpang sudah terlihat berada diatas geladak. Masih dalam kondisi panik, tiba-tiba mesin kapal hidup dan berjalan dalam kondisi miring walau dengan kecepatan yang lambat. Gue pun memeriksa keujung kapal untuk melihat seberapa jauh dari daratan. Dari kejauhan terlihat daratan dengan lampu-lampu yang kami asumsikan kalau itu adalah pelabuhan Bakauheni. Gue pun berdoa semoga Tuhan memberikan kapal ini cukup waktu untuk bisa sampai di Bakauheni, lemas rasanya lutut ini membayangkan kalau sampai kapal ini karam sebelum kami sampai di pelabuhan.

Selang 45 menit kemudian kapal pun bersandar di dermaga 5 Bakauheni, dermaga khusus emergency. Putut memberitahu semua orang dalam tim supaya kami turun belakangan, karena kalau kami ikut berdesakan turun dengan penumpang yang panik, takutnya malah terinjak dan malah celaka. Akhirnya setelah penumpang yang panik berebutan turun, kami pun turun ke dek bawah dengan tenang dan jadi tidak tenang ketika ternyata di dek bawah air pun meluap-luap masuk. Hal ini membuat para pemilik truk dan mobil yang lain pun bertambah panik dan dengan terburu-buru mengeluarkan mobil.

Begitu banyak kendaraan yang rusak berat dan kami pun bersyukur mobil kami karena berada paling depan, tidak mengalami kerusakan apapun, bahkan lecet pun tidak. Dari 47 kendaraan yang ada, 24 diantaranya rusak berat. Pak toni pun selamat karena ketika kecelakaan terjadi, beliau ada di bawah dan melihat lambung kapal robek. Saat mobil-mobil bergeser dengan hebatnya, dia saking kagetnya langsung melompat ke dalam mobil bak terbuka dan itu yang membuat dia terselamatkan karena tidak terhimpit mobil-mobil disamping kanan-kirinya. Malam itu pak Toni benar-benar shock dan mengalami trauma yang lebih parah dari kami semua.

Bersyukur sekali kami semua bisa melanjutkan perjalanan setelah kecelakaan itu. Gue pun sempat merinding membayangkan bagaimana kalau kecelakaan itu terjadi siang hari, disaat kapal penuh dengan kendaraan dan ratusan penumpang? Sementara jaket pelampung pun terbatas dan sekoci cuma ada DUA?!!!!!!!! Itu pun sekocinya belum tentu bisa diturunkan karena rantai pengaitnya sudah karatan. Malam itu hanya ada 85 penumpang dan pihak kapal pun tidak ada usaha untuk mengevakuasi, kami semua mengevakuasi diri kami sendiri. Jaket pelampung hanya ada sekitar 100-an, bagaimana kalau saat itu ada 200-300 penumpang di dalam kapal? Ah entahlah, membayangkannya saja gue udah ngeri. Waktunya Tuhan memang tepat, andai saja kecelakaan itu terjadi disaat kapal itu penuh penumpang dan kendaraan dan andai saja kendaraan di dalam tidak bergeser hebat ke sisi kiri pada saat kecelakaan, besar kemungkinan kapal Marisa Nusantara karam sebelum sampai di dermaga 5.

Terimakasih Tuhan untuk pertolonganMu.

kondisi kapal pasca tabrakan

 

 

Welcoming 2014, not ‘be nice to me!’ but ‘i will be better!’

Well, kayaknya blom lama deh gw nulis resolusi tahun 2013 gw, eh tau-tau udah mau berganti tahun lagi. Dan lagi-lagi gw menghembuskan nafas berat sambil gigit bibir saat baca resolusi terakhir yang gw tulis. Banyak yang sudah tercapai tapi lebih banyak lagi resolusi yang meleset atau bahkan gak tercapai sama sekali. Kecewa? Ya pasti lah! Tapiii…setidaknya gw bukan loser. Semua resolusi yang meleset atau belum tercapai sudah mati-matian gw usahakan dan perjuangkan, cuma ya hasilnya memang belum maksimal. So, harga diri gak jatuh-jatuh amat lah.

Desember selalu jadi bulan favorit gw. Bulan yang bertabur libur panjang, dan moment natal selalu membuat gw excited. Selain itu, bulan desember merupakan waktu yang tepat untuk mereview, apa aja yang udah gw lakukan setahun belakangan ini. Hmm..jujur saja, tahun 2013 bukan tahun yang mudah buat gw. Gak perlu gw ceritain disini, takutnya nanti malah jadi drama mewek-mewek ala sinetron. But thank God, kalo bukan my Big God yang jadi tempat sandaran gw, mungkin gw udah jatuh berguling-guling, bonyok, dan mencucurkan air mata terus-menerus kayak telenovela yang gak kelar-kelar, dan heyyy you know what, seberat apapun hal-hal yang gw hadapi, kayaknya gw gak pantas untuk terus-menerus complain. Bukannya gw gak pernah mengeluh dalam hidup, sape sih manusia yang kagak pernah ngeluh? Ya asal porsi ngeluhnya tidak lebih besar daripada porsi bersyukur. Gitu aja udah mending sih. Susah? Emang!! Mana ada sih hidup yang gampang?

Sooo, kalau ada orang yang lihat gw kayaknya senang terus, ketawa terus, easy going terus and bla..bla..bla..itu bukan karena gw gak pernah susah, gak pernah sedih, atau gak punya sensitifitas! Buat apa sih pamer-pamerin kesedihan? Ujung-ujungnya juga bakalan bikin bete orang-orang di sekeliling lo kalo lo setiap saat tunjukkin tampang sedih dan merengut. Tapi coba kalau elo selalu happy dan ceria, orang-orang juga akan terbawa suasana bahagia dan ceria lo. Don’t be selfish, yang punya kesedihan dan masalah itu gak cuma satu orang aja. Udah pernah bikin orang tertawa belum? Do it! Saat lo bikin orang lain tertawa, lo juga akan ikut bahagia. Simple ya untuk bahagia itu 🙂

Sebentar lagi berganti tahun ke 2014, biasanya tiap tahun gw bikin setumpuk resolusi yang panjangnya ngalahin daftar utang warung tetangga. Iyaa, resolusi itu penting, supaya lo tau ke arah mana lo membawa diri dalam menjalani hidup. Dan seiring berjalannya waktu, kayaknya daftar resolusi 2014 gw gak akan terlalu neko-neko. Gw cuma ingin diri gw bahagia, berusaha membahagiakan orang-orang di sekitar gw, bertemu dengan orang-orang yang bisa membuat gw bahagia, dan mengerjakan segala sesuatu dengan bahagia. Kelihatannya mudah dan simple ya? But heyy..membuat diri bahagia dan membuat orang lain bahagia ditengah-tengah manusia yang memiliki karakter berbeda-beda itu gak mudah loh. Kalau di tahun 2013 ini gw banyak mengeluh, banyak merasa tidak puas terhadap diri sendiri dan orang lain, semoga di tahun 2014 dengan sebaris kalimat resolusi penuh kata ‘bahagia’ bisa membuat gw menjadi pribadi yang lebih baik dari tahun sebelumnya.i wish!

Selamat tahun baru. Be better! 🙂

my christmas this year

So this is my christmas..

Tahun ini memang bukan moment natal terbaik yang pernah gw miliki. Gak ada baju baru, gak ada kado, gak ada parcel, gak ada salju (pret!), gak ada jalan-jalan, dan ehem,,gak ada pacar juga! *sad*

Baju, kado, parcel, apalagi salju memang gak begitu penting buat gw dalam merayakan natal. Sepertinya mimpi gw tentang natal yang sempurna berhenti tepat ketika umur gw 6 tahun ketika sadar bahwa sebenarnya santa claus yang tinggal di kutub, pakai baju merah dengan janggut putih, naik kereta rusa dan suka bagi-bagi hadiah itu itu sebenarnya gak ada. Kado yang gw dapat setiap tahun dibawah tempat tidur itu ternyata dari orang tua gw. Tapi gw sangat menikmati tahun-tahun dimana gw melewatkan natal bersama keluarga dan teman-teman. Selain itu, natal adalah kesempatan gw untuk bisa ambil cuti panjang supaya bisa pergi berlibur.

Natal tahun ini memang gw sengaja gak bepergian. Cuti gw cuma tinggal 3 hari. Cuaca sedang tak bersahabat pula. Akhirnya gw putuskan untuk natalan di Jakarta. Oh well, hari ini tanggal 24 Desember, gw mengalami 2 kejadian yang tidak mengenakkan. Diperlakukan semena-mena tanpa penjelasan berarti. Inginnya sih marah-marah dan menuntut pertanggungjawaban. Siapa sih yang suka diperlakukan semena-mena? udah gitu, ketika sadar bahwa sudah membuat kesalahan bukannya minta maaf tapi malah saling melempar tanggung jawab. 5 tahun lebih gw terjebak dalam kondisi seperti ini, dan sudah 3 tahun lebih gw berdoa sama Tuhan supa bisa terlepas dari kondisi ini, tapi sepertinya doa gw belum dijawab Tuhan. Mungkin belum waktunya.

Banyak hal yang gw dapat untuk Natal tahun ini. Gw belajar tentang kesederhanaan, belajar tentang penerimaan ketika diperlakukan tidak adil, belajar tentang kerendahan hati ketika direndahkan, belajar untuk bisa juga menundukkan kepala kebawah ketika gw selalu melihat keatas. Belajar mungkin  bukan sesuatu yang enak untuk dilakukan. Butuh perjuangan, butuh pengorbanan, butuh usaha.

Bersyukur gw punya keluarga dan teman-teman yang selalu mendukung. Tuhan mengirim para malaikat tak bersayap untuk menemani dan menguatkan gw ketika dalam posisi dan kondisi terburuk sekalipun. Ada senyum di tiap kesesakan, ada tawa di tiap perih yang sedang dirasakan, ada damai di tiap gegap gempita yang dunia ciptakan.

Terimakasih Yesus, Kau telah sadarkan bahwa natal itu bukanlah fairy tale story.

FELIZ NAVIDAD! EID MILAD MAJID! 🙂

 

Happy Mother’s day, mom~

Hari ini 22 Desember 2013. Hari Ibu. Selama dua puluh sekian tahun hidup di dunia, gw mencoba mengingat-ingat lagi, hal-hal apa saja yang telah gw lakukan untuk seorang wanita yang amat gw sayangi dan hormati itu. Namun semakin gw berpikir keras untuk mengingat apa saja yang sudah gw lakukan dan berikan, semakin gw menemukan kenyataan bahwa selama ini gw belum pernah membuatnya benar-benar merasa bahagia.

Seringkali hal-hal yang gw lakukan malah membuatnya marah, kesal, sedih, dan menangis. Iya, gw adalah anak kurang ajar yang gak tau bagaimana mengekpresikan rasa terimakasih kepada wanita yang telah mempertaruhkan nyawanya ketika melahirkan gw dua puluh sekian tahun yang lalu. Sebagai seorang anak, terkadang gw malah merasa lebih sering sok pintar dan kerap kali melemparkan kemarahan ketika sedang kesal kepada wanita (dan juga pria) yang telah susah payah bekerja sepanjang hidupnya hanya demi memenuhi kebutuhan gw, menyekolahkan, memberikan pakaian yang layak, rumah tempat berteduh, dan segala macam fasilitas lainnya. Dia tak pernah mencubit apalagi memukul, namun mampu mengeluarkan kata-kata yang cukup nyelekit saat aura rese anaknya bangkit 😀

Sebagai anak, gw seringkali membuatnya menangis daripada tertawa, lebih sering membuatnya bersedih daripada bahagia, lebih sering membuatnya khawatir daripada merasa nyaman, dan lebih sering membuatnya marah daripada tersenyum. Namun wanita itu tidak pernah lelah dan menyerah dalam menghadapi gw. Kasih sayangnya tak pernah berkurang, perhatiannya tak pernah ada habisnya.

I love you,mom. Selamat hari ibu. Maafkan anakmu yang kurang ajar ini ya, dan tetap cintai aku sepenuh hati tanpa pernah bosan :*

IMG01085-20110619-1653

Wanna have Flawless face? silahkan baca ini, semoga bermanfaat ^^v

Hae temans..ternyata gw udah lama ya gak nulis di blog ini. Ceritanya mau mulai nulis lagi nih. Berhubung lagi malas nulis tentang pengalaman traveling, mari kita bahas tentang sesuatu yang berbau cewek banget.

Sebagai cewek yang masuk kategori cuek dan rada tomboy, terus terang gw paling males yang namanya pergi ke salon. Pertama, gw gak suka berlama-lama di salon. Kedua, gw gak suka sama bau-bau salon. Ketiga, gw gak sudi menghamburkan duit gw di salon untuk sekedar melakukan kegiatan yang sebenarnya bisa gw lakukan sendiri macam creambath,luluran, atau manicure/pedicure. Hal-hal yang bikin gw niat pergi ke salon hanyalah untuk sekedar gunting rambut kalau udah terlihat agak ‘gondrong’ dan mewarnai rambut/re-touch warna kalau udah terlihat pudar. Itu pun gw sudah punya salon langganan dan punya orang kepercayaan untuk ‘mendandani’ rambut gw yang cukup panjang ini. Kalaupun pada akhirnya sesekali gw melakukan creambath/masker/spa rambut di salon, itu pasti karena terpaksa nemenin orang, atau menghibur diri biar gak dibilang ‘gak cewek banget’! hahahhaa…

IYAAAA! Gw emang rada pelit kalau untuk urusan nyalon atau belanja-belanji pernak-pernik cantik yang paling hanya sesekali gw pakai. Baju, sepatu, dan tas juga udah bukan jadi prioritas utama lagi. Pertama, lemari baju gw udah gak muat buat menampung baju tambahan lagi. Kedua, Percuma gw punya banyak sepatu, lha yang tiap hari dipakai juga cuma itu-itu aja. Ketiga, berhubung gw tinggal di kota yang cukup kejam dan keras, percuma juga punya tas bermerk dan bagus kalau ujung-ujungnya kena silet di bus. Kampret lah para pencopet-pencopet itu wkwkwkw. So. gw lebih suka uangnya dikumpulin buat traveling. Dan tau sendiri kan, yang namanya traveling itu gak murah. Jadi mesti ada yang harus dikorbanin :p

Dalam hidup, sebagai wanita, ada satu hal yang gw sangat ‘concern’ banget. Yang namanya urusan muka gw gak pernah main-main. Sebenarnya, kalau pekerjaan gw gak ketemu banyak orang sih mungkin gw gak akan serempong ini sama kosmetik yang harus gw pakai, tapi berhubung tiap hari gw wajib untuk terlihat ‘enak dilihat’  mau gak mau gw harus dandan. Dikarenakan tipe kulit gw itu berminyak dan agak sensitif sama sinar matahari, jadi gw harus pintar-pintar milih kosmetik. Ingat, bagi wanita, muka itu aset penting! Gw gak mau pakai sembarang kosmetik. Gw juga gak sudi kalau sampai pakai produk perawatan dari dokter, apalagi kalau sampai harus rutin pergi ke klinik kecantikan seperti yang dilakukan teman-teman gw yang punya muka mulus-mulus itu. Bukannya apa-apa, gak sanggup deh kalau tiap bulannya mesti beli krim dari dokter dan melakukan perawatan di klinik. MEHONG cyinn.. sampai berjuta-juta tiap bulannya!!!

Ingin terlihat cantik dan punya kulit yang kondisinya baik tanpa perlu ke dokter dan melakukan perawatan di klinik setiap bulan. Oke, berarti gw mesti putar otak. Haiii para wanita yang ingin terlihat cantik tapi pengin ngirit, boleh deh nyimak dimari. Gw akan berbagi pengalaman gimana caranya bisa terlihat cantik tanpa perlu keluar buanyaaakkk duit. Gw gak bilang ini akan murah ya, tapi dibandingkan pakai perawatan dari dokter dan pergi ke klinik kecantikan kalian boleh coba produk-produk yang gw pakai ini, dan silahkan bagi yang merasa jago matematika untuk mulai berhitung seberapa banyak kalian bisa menekan pengeluaran untuk tetap bisa terlihat cantik. Jadi kalau ada yang berpikir untuk cantik itu gak perlu mahal-mahal, C’mon, sadar oiiii..bahkan jaman dulu Cleopatra yang katanya wanita paling cantik sedunia aja kudu berendam dan mandi susu dan rempah biar kulitnya mulus dan itu ga murah loh.

Beberapa tahun belakangan ini gw memakai beberapa merk kosmetik untuk merawat wajah. Mulai dari sabun cuci muka, toner, dll. Mari gw tunjukkan barang buktinya :p

IMG-20131221-00083

Nah, poto diatas itu adalah meja rias gw, Itulah produk-produk yang sudah gw pakai 1-10 tahun terakhir ini. Beberapa dijual di supermarket biasa kok, gak mahal tapi so far so good buat dipakai. Btw, disini gw bukan nyuruh kalian pakai produk yang sama plek kayak yang gw pakai ini, kondisi kulit tiap orang kan berbeda-beda. Sejauh ini sih gw fine-fine aja pakai produk-produk ini.Tapi ada 3 barang wajib yang selalu gw pakai kemana pun dan dimana pun gw berada. Let’s check it out!

1. SK II Facial Treatment Essence atau yang biasa disebut Miracle Water

IMG-20131221-00070

Gw memang belum lama pakai produk SK II ini, tapi sungguh hasilnya mencengangkan. Ini adalah produk yang jadi best-seller SKII. Bahkan mereka gak segan-segan bilang kalau FTE ini adalah “miracle water” dalam marketing campaign mereka. Teskturnya cair banget, warnanya sedikit putih keruh, dan baunya emang rada aneh. Biasanya gw  pakai ke wajah setelah cuci muka. Pas awal-awal pakai rada terganggu sama aroma FTE ini, soalnya produk ini kan hasil dari fermentasi sake dan gak pakai pewangi apapun. Aroma fermentasinya pun hilang setelah cairannya menyerap di wajah, dan lama-lama gw mengabaikan aromanya juga karena udah biasa :p

Fungsi dari FTE ini :
  • Perawatan revolusioner ini dengan intens meregenerasi kulit anda
  • Meningkatkan metabolisme sel untuk mengenergi kulit
  • Mengisi ulang kelembapan & memelihara
  • Mencerahkan noda & meratakan nada kulit
  • Mencegah penampilan dari keriput & garis halus

SK II ini merupakan produk premium, jadi gak heran kalau harganya lumayan muahalll, soalnya masih diimpor langsung dari Jepang. Gw gak akan meragukan produk keluaran Jepang ini soalnya sudah terbukti bahwa kualitas kulit terbaik dari seluruh manusia di dunia jatuh pada orang-orang jepang. Selain dari faktor makanan, faktor perawatan kulit juga sangat berpengaruh. Pengalaman gw setelah menggunakan produk FTE yang mengandung Pitera ini? Well, menyenangkan. Tone kulit wajah jadi cerah (bukan jadi putih loh ya!). Mulai pede keluar rumah tanpa dandan,cukup pake miracle water-nya aja. Kulit gw juga jadi gak begitu kelihatan berminyak, tapi glowing. Kerut halus disekitar mata akibat begadang pun sedikit demi sedikit menghilang. Bangun tidur juga pede kalau langsung liat kaca hahahha. Tapiiii ya itu tadi, lumayan mahal. Untuk ukuran 75 ml dibanderol harga sekitar 622 ribu sudah termasuk sebuah masker dan toner pembersih ukuran kecil. hiks! Makanya tadi siang gw jadi agak histeris pas gak sengaja nyenggol sampai jatuh botol yang sedang dalam keadaan terbuka diatas meja sampai isinya tumpah dikit. Ya, gw yakin siapapun yang pakai SK II juga bakalan histeris kalau sampai isinya tumpah walau cuma dikit :p.

FTE untuk ukuran 75ml  bisa dipakai 1-3 bulan. tergantung cara pakainya. gw sih pakainya 3 tetes doang, itu juga udah cukup untuk seluruh muka. Gak pernah ditetetesin ke kapas, rugi boo, nanti cairannya malah nyerap ke kapas ihihihihihiii. FTE ini dipakai pagi sebelum dandan, dan malam sebelum tidur setelah wajah benar-benar dalam keadaan bersih.

Btw, gw sebenernya juga tertarik nyoba produk SK II yang lainnya. Salah satunya adalah SK-II Cellumination Essence Ex ini . SK II meng-claim produk ini bisa membuat wajah terlihat sebening kristal walau dari jarak 20 cm, dan sudah banyak reviewnya yang bilang bahwa produk ini sangat memuaskan.Tapi berhubung harganya yang enggak sopan banget, gw pun mengurungkan niat untuk memakai produk ini. For God’s sake, untuk ukuran 50ml harganya 2 JUTAAN LEBIH!!! *pingsan*

NEW SK-II Cellumination Essence EX

Dan gw pun gak sampai hati untuk merogoh dompet demi bisa membeli produk ini. Otak gw masih waras lah buat menahan diri gak terjatuh pada godaan produk premium yang satu ini. Lagipula, Gak sanggup cuy! hahahhaha..Oh iya, SK II ini dijual di SOGO/METRO/DEBENHAM.

2. Skin Malgem Emultion ETUDE

skin malgem

Untuk pelembab muka, 2 tahun belakangan ini gw pakai produknya Etude. Namanya Skin Malgem. Seri Skin Malgeum sebenarnya terdiri dari beberapa produk, ada toner dan pelembab untuk kulit kering dan berminyak. Dan tentu saja gw pilih emulsion khusus untuk kulit beminyak. Klaim produk adalah menghasilkan kulit yang bersih, bening, dengan rona wajah yang sehat. Gw suka banget sama produk ini karena gak lengket, bikin kulit wajah gw jadi sehat, kenyal dan lembut banget. Tekstur Skin Malgem ini sedang. Tidak terlalu kental, tidak terlalu cair juga. Gw pakai ini setelah pakai mineral water SK II baru deh Skin Malgem. Memang daya serap di wajah agak lama, tapi itu tidak menjadi masalah. Biasanya setelah dioles merata di seluruh wajah, gw tepuk-tepuk dengan telapak tangan. Untuk ukuran 200 ml harganya dibanderol 288 ribu di Etude House. Bagi gw sih gak mahal. *tsahhh* Kenapa gw bilang gak mahal? untuk pelembab sekeren ini yang baru habis setelah dipakai 8-10 bulanan sih worth lah keluar duit segitu. Btw karena ukuran botolnya lumayan gede dan gak ramah untuk dibawa kemana-mana, biasanya gw pindahin skin malgem ini ke botol kecil yang bisa masuk ke dalam make up case. Jadi mau traveling ke ujung dunia manapun gak bakalan nyita tempat 😀

3.  Precious Mineral BB Cream Bright Fit ETUDE

bb cream

Yes, gw adalah maniak produk-produk skincare dan kosmetik buatan Jepang dan Korea karena sudah terbukti aman dan cocok untuk kulit sesama asia. Cocok-cocokan sih memang. Beberapa tahun belakangan ini gw sudah nyaris tidak pernah memakai bedak sama sekali karena sudah diganti sama BB cream keluaran Etude yang mengandung ekstrak pearl ini. Well, gw jatuh cinta banget sama BB cream ini. Harusnya sih setelah pakai BB cream akan lebih oke kalau pakai bedak lagi. Tapi kayaknya untuk ukuran kulit gw, pakai BB cream aja udah cukup, gak perlu tebal-tebal lah. Sedikit olesan BB cream di muka menuai hasil menakjubkan ihihiihihi. Noda tertutup, pokoknya coverage-nya keren deh, ‘ngeblend’ banget di kulit wajah, mengontrol minyak di wajah, mengandung Spf 30++ dan waterproof. Kalau gw sih urutan pakainya setelah FTE, skin malgem, baru deh BB Cream.Produk ini udah terbukti bagus (di gw) soalnya pernah gw cobain waktu snorkling dan renang-renang unyu di tengah laut, badan boleh deh gosong, tapi muka enggak dong :p

Oh iya, untuk hasil yang lebih glowy kayak artis-artis korea, BB cream ini bisa diaplikasikan berbarengan dengan Nymph Aura Volumer Etude. Sayangnya abis dandan gw jarang poto-poto, jadi gw ambil contoh cewek yang pakai BB cream yang diaplikasikan sama Nymph Aura Volumer. Nah, jadi lebih glowy kan?

glowy

Seperti inilah bentuk Nymph Aura Volumer Etude yang bikin dandanan jadi lebih glowy dan flawless. Anyway, gak setiap hari gw pakai BB cream dicampur Nymph Aura, soalnya muka gw cenderung berminyak instead of glowy kalau pakai produk ini di luar ruangan, apalagi kalau lagi panas terik hiyyy! Makanya gw campur BB+Nymph Aura kalau pas seharian di dalam ruangan ber-AC atau pas mau party/kondangan di malam hari biar makin tsakeup gitu, lagian gak tega euy kalau dipake tiap hari, rada mehong soalnya 😀

nymph

Untuk Precious Mineral BB Cream Bright Fit ETUDE ukuran 60gr dibanderol harga 488 ribu dan untuk  Nymph Aura Volumer ukuran 24 gr dibanderol 488 ribu juga di Etude House. Agak mahal ya Nymph Auranya sampai harganya sama dengan BB cream gitu. Tapi jangan khawatir, BB creamnya baru habis 6-8 bulanan gitu kok, kalau Nymph aura sih tergantung seberapa sering kita pakai buat dicampur sama BB cream.

Saran gw kalau mau pakai produk-produk diatas, jadilah wanita yang cerdas. Wajib punya member SK II dan Etude. Karena dengan punya kartu membernya, untuk moment-moment tertentu, mereka suka kasih diskon. Biasanya untuk bikin kartu member ada minimum pembelanjaannya. Kalau belum sanggup untuk bikin kartu member, cari teman yang punya kartu membernya. Nebeng dulu. Lumayan loh kalau lagi ada diskon. Untuk Etude bisa kasih 20% diskon, bahkan kalau lagi berulang tahun, diskonnya bisa sampai 50%. Maaf, tapi gw gak saranin untuk beli di online shop yang berani kasih harga jauh lebih murah karena keasliannya juga gak terjamin. Untuk muka mendingan jangan macam-macam deh, kalau sampai dapat produk yang palsu lalu berdampak sama kulit wajah, nantinya malah jadi repot sendiri.

Nah, itulah 3 produk wajib yang sudah gw share. Gak semua kulit cocok dengan produk-produk yang gw pakai. Tapi untungnya di gw sih cocok-cocok aja. Jangan langsung terkecoh sama iklan yang menjanjikan kulit bisa putih dalam sekejap. Dulu gw pernah pakai produk yang mengandung pemutih, iya memang benar kulit jadi terang, tapi kondisi fisik kulit malah jadi kasar dan berkomedo, jadi hati-hati ya dalam memilih produk.

Gw memang udah jarang berpoto narsis akhir-akhir ini, tapi poto terakhir yang gw ambil adalah saat sedang jalan-jalan sama bokap tercinta. Seperti ini hasilnya. Gw juga gak mau kalah dong sama bokap, udah umur 50-an tapi gak keliatan ada keriput yang berarti, hanya rambutnya saja yang semakin menipis.

dad

Suatu tempat di Indonesia tengah

Akhir november tahun 2012 yang lalu, gw berkesempatan untuk mengunjungi sebuah pulau di bagian tengah Indonesia. Hayoooo tebak, pulau apakah itu?

Pasti semua pada serempak mau nyebut nama satu pulau, BALI!

Wek,salah! :p

Bukan Bali lho, masbro, mbakyu!

Yang benar, november tahun lalu gw diberi kesempatan untuk bisa menginjakkan kaki di pulau Lombok. Entah kenapa,  gw sudah tidak terlalu berminat untuk kembali mengunjungi Bali lagi. Nanti-nanti aja deh ke Bali lagi kalau dapat tiket superrr murah :p

Sudah sedari dulu gw mendengar keindahan pulau Lombok, tapi karena keterbatasan waktu, akhirnya baru tahun lalu bisa mendarat di pulau yang terkenal akan keindahan pantai-pantainya itu. Sebelum pergi, seperti biasa, paman google jadi teman setia untuk berbagi informasi. Gw anti mati gaya. Setidaknya, gw harus tau apa yang akan dilakukan selama berada disana. Kebetulan gw punya kesempatan selama 5 hari 4 malam untuk benar-benar bisa menjelajahi Lombok. Berhubung gw pencinta berat pantai, jadi sengaja selama 5 hari itu dimaksimalkan untuk mengunjungi pantai-pantai indah yang ada di Lombok sekaligus wisata kuliner.

FYI, Lombok itu bukanlah pulau yang punya banyak jalur angkot untuk bisa mengunjungi tempat-tempat wisata yang kamu inginkan, jadi cara paling cerdas untuk bisa menggapai tempat-tempat wisata yang ada di dalam list adalah dengan menyewa mobil travel berikut guide lokal yang siap sedia mengantarkan kita ke tempat tujuan. Mahal nggak? Menurut lo, 400 ribu/hari sudah termasuk bensin dan guide yang sekaligus menjadi supir itu murah atau mahal? Kalo menurut gw, harga segitu sih murah banget, soalnya tempat wisata di lombok itu jauh-jauh loh. Biasanya mobil yang dipakai adalah avanza, jadi kalau mau murah, usahakan perginya bertiga atau berempat, jadi biaya yang dikeluarkan jatuhnya lebih murah, kan dibagi 3 atau dibagi 4 hehehhe.

Untuk masalah penginapan, kebetulan waktu itu gw menginap 3 malam di senggigi dan semalam di Gili Trawangan. Gak usah kepikiran untuk menginap di hotel sekelas Jeeva Klui atau Senggigi Beach Hotel yang harga per malamnya menyetuh angka jutaan tapi pada kenyataannya malah akses ke tempat-tempat nongkrong atau mau nyari resto di luar hotel pake acara menderita dulu. Ingat, mobil travel sewaan itu biasanya mengantar kita hanya dari jam 7 pagi sampai jam 7 malam saja, kalau mau extend, siap-siap kena tambahan biaya ya. Waktu itu gw minta dicarikan penginapan oleh guide lokal yang gw sewa. Gw cuma bilang, untuk tempat menginap, tolong carikan hotel yang nyaman, aman, dekat dengan tempat nongkrong, ada AC , ada air panas untuk mandi dan harganya gak begitu mahal. Untuk ‘mission impossible’ seperti itu, ternyata guide gw berhasil mendapatkan sebuah penginapan yang jauh melebihi ekspektasi gw. Bayangkan saja, sebuah penginapan yang baru dibangun, terletak di pusat kota Senggigi, dengan kondisi kamar luas selayaknya hotel bintang 4, plus 1 ekstra bed, pakai AC, ada air panas untuk mandi, ada tv, ada koneksi wifi hanya dihargai 350 ribu/malam! ekstra bed tambah 50 ribu/malam kalau gak salah. Lokasinya dekat banget dengan kafe-kafe dan restoran. Wow! Gimana enggak happy coba? ^^

Gw pergi ke Lombok bersama dengan kedua teman gw yang lainnya, menggunakan pesawat pagi dari Jakarta. Setelah 2 jam penerbangan, akhirnya pesawat yang kami tumpangi mendarat di Bandara Praya. Di luar, guide lokal yang  kami sewa sudah menunggu kami dengan keramahan khas orang Indonesia 🙂

Hari pertama kami langsung mengunjungi Pantai Kuta Lombok. Pantai Kuta Lombok terkenal akan pasirnya yang mirip dengan merica, bulat-bulat kecil. Agak susah untuk berjalan diatas pasir-pasir merica ini, karena begitu menapakkan kaki, pasir seolah-olah menelan kaki hingga masuk agak dalam. Butuh perjuangan untuk melangkah, tapi begitu melihat jernihnya air laut dan tenangnya pantai yang seolah-olah tak berombak membuat gw terhipnotis. Yeahh, sepertinya gw mulai jatuh cinta dengan Lombok!

pantai kuta lombok    pasir kuta lombok

Setelah puas bermain di Pantai Kuta Lombok, kami pun melanjutkan perjalanan ke Pantai Tanjung Aan. ada sebuah bukit di pantai dan kalau kita naik keatas bukit itu, pemandangan dari atas bukit itu luar biasa spektakuler. Gw aja sampai menahan napas saking gak kuat lihat pemandangan indah yang terhampar di depan mata. Sayang keindahan pantai ini agak terganggu oleh pedagang-pedagang yang menawarkan gelang dan kain songket Lombok dengan nada sedikit memaksa. Pedagang-pedagang ini membuntuti kami kesana-kemari dan dengan nada sedikit memelas meminta untuk membeli dagangan mereka. Arghhh! Untung guide kami cepat tanggap, dengan memakai bahasa Sasak, beliau menegur para pedagang yang kebanyakan masih anak-anak dan remaja, untuk segera menjauh dari kami agar kami bisa menikmati keindahan Tanjung Aan. Cara ini terbukti efektif. Guide lokal memang tau bagaimana kondisi di lapangan dan cara mengantisipasinya. Foto dibawah ini diambil ketika kami berada diatas bukit. Rasanya luar biasa ketika kami bisa tiduran diatas bukit sambil memandang langit dengan pemandangan laut yang menghampar di sudut mata. ahhh, heaven!

pemandangan dari atas bukit     tiduran diatas bukit

Setelah puas bermain di Tanjung Aan, kami pun mencari makan malam. Makanan yang wajib dicoba ketika sedang berada di Lombok adalah ayam taliwang dan plecing kangkung. Akhirnya, kami pun diantar ke sebuah resto yang merupakan pionir dalam menyediakan menu ayam taliwang dan plecing kangkung. Untuk rasa, sesuai dengan namanya, semua masakan Lombok memang bercita rasa pedas. Jadi untuk yang gak suka pedas, bisa minta untuk mengurangi tingkat kepedasannya kalau gak mau besoknya sakit perut :p

Hari kedua adalah hari yang dinanti-nanti. Kami pergi ke pantai Tangsi atau yang populer dengan nama Pink Beach. Butuh waktu 4,5 jam dari senggigi untuk bisa sampai di pantai ini. Dari penginapan kami berangkat sekitar jam 7 pagi dan sampai di pink beach sekitar pukul 11.30. Pantai ini dinamakan Pink Beach karena pasirnya yang berwarna coklat ke pink-pinkan, warna pink ini didapat dari terumbu karang yang sudah mati dan hancur dan bercampur dengan pasir. Inilah mengapa warna pasirnya seolah-olah berwarna pink. Untuk menuju pantai ini, diperlukan perjuangan yang luar biasa, selain jaraknya yang jauh, jalanan ke pantai ini juga rusak berat dan agak licin. Kata guide lokal kami, jarang guide-guide yang mau mengajak turis untuk datang ke pantai ini karena kondisi jalanan yang tidak memadai. selain itu, fasilitas di tempat ini juga tidak memadai. hanya ada satu tukang yang berdagang di pantai ini. mau pipis aja susah, mesti numpang di satu-satunya toilet ala kadarnya yang dimiliki oleh pedagang yang sekaligus menjadi penjaga pantai ini. Sepanjang mata memandang, selain kami, hanya ada satu mobil lagi yang datang ke pantai ini. Kondisi pantai disini benar-benar panas terik dan gersang, tapi pemandangan pantai ini bagus banget! Tenang dan gak ada ombak. Duh! beneran jatuh cinta nih gw kayaknya sama Lombok. Kalau mau main ke pink beach, pastikan kamu bawa bekal makanan dan minuman yang memadai ya kalau gak mau kelaparan dan dehidrasi selama bermain di pantai ini 😀

pink beach      pink to the beach

Oh iya, di Pink Beach ini juga ada sebuah bukit. Namanya bukit Tangsi. Butuh perjuangan untuk naik keatas bukit ini. Selain terjal, berbatu dan berdebu, udara yang sangat terik lumayan bikin ngos-ngosan untuk bisa sampai ke puncak bukit. Diatas bukit Tangsi ada sebuah gardu seadanya yang sengaja dibuat untuk bisa berteduh dari serangan sinar matahari yang mampu bikin kulitmu terbakar. Butuh waktu sekitar 20-30 menit untuk bisa sampai diatas bukit, tapi pemandangan yang disajikan dari atas bukit mampu membayar seluruh penderitaanmu hari itu. Sumpah, keren banget! gak percaya? Nih liat foto dibawah ini. Kamu bisa makan siang di gardu ini dengan pemadangan laut yang luar biasa. Selain itu, di tempat ini kamu juga bisa ngambil foto keren seperti dibawah ini. Siap untuk uji nyali? Belum pernah kan foto di ujung jurang dengan pemandangan kayak dibawah ini? Meleset dikit, gw udah tenggelam di laut Tangsi mungkin hahahahha…

dari bukit tangsi       diatas bukit

Setelah makan siang, kami pun turun dari bukit Tangsi lalu naik perahu ke Pantai Sebui. Untuk menyewa perahu, pastikan guide lokal sudah bikin janji dulu dengan abang pemilik perahunya ya, karena kalau gak janjian dulu, dijamin gak akan ada perahu yang stand by di Pink Baech untuk bisa mengantarmu kesana. Jujur aja, gw kepo berat sama Pantai Sebui ini, konon kata guide lokal kami, belum banyak turis dan guide yang tau tentang pantai ini. Soalnya pantai ini adalah salah satu ‘hidden beach’ yang dijanjikan guide kami waktu itu. Untuk ke pantai ini, sewa perahunya gak mahal kok, hanya 100 ribu untuk satu perahu dan bisa muat untuk 4-5 orang. Spanjang perjalanan dari Pink beach ke Sebui Beach, kami bisa melihat banyak ubur-ubur yang berenang-renang di permukaa air. Bahkan sempat beberapa kali menangkap ubur-ubur yang berada di dekat perahu kami.

Begitu kami sampai di pantai Sebui, OMG! benar apa yang dikatakan guide kami, pantai ini benar-benar hidden beach! Bayangkan saja, gw merasa seperti sedang di pulau pribadi, karena emang gak ada seorang manusia pun disitu kecuali kami! Disitu kami bisa puas berenang di pantai yang airnya jernih dan bebas ombak, berjemur sampai gosong, loncat-loncat diatas pasir, lari-larian di pantai. Oh, pantai ini pun langsung masuk kedalam salah satu pantai favorit gw! Coba deh kamu lihat awan di Lombok saat siang hari. Aduh! lucu-lucu dan menggemaskan. Mana ada awan putih , bersih dan terlihat seperti dekat begitu kalau di Jakarta. Oh,God! Rasanya gak ingin deh kembali ke Jakarta lagi! *dilempar boss pake brankas* >.<

sebui 4       sebui 6

sebui 5                                 sebui 2

sebui1        sebui 3

Hari ketiga kami kembali lagi bermain-main di pantai. Di hari ketiga ini, kami bermain ke 3 Gili yang berada saling berdekatan dan bersebrangan. Oh iya, orang Lombok menyebut pulau itu Gili. Untuk bisa main ketiga gili ini, kita harus menyewa perahu lagi. Agak mahal memang, kalau gak salah sekitar 400 ribu-an untuk satu perahu yang ukurannya lumayan besar. Rencananya kita mau snorkeling di Gili nanggu, Gili kedis, dan Gili sudak. Jangan bandingkan terumbu karang di Lombok dengan di karimun jawa, apalagi di Bunaken. Jauh banget deh. Terumbu karang di Lombok sudah banyak yang mati,  kalaupun ada, itu pun kecil-kecil tak beraturan, karena baru dibudidayakan kembali, dan kebanyakan hanya berwarna pink pucat, tapi ikan-ikan disini luar biasa besar-besar, tidak seperti di karimun jawa yang kebanyakan ikan nemo berwarna warni. Ikan-ikan itu berkerumun, memperebutkan remah-remah. Sebagian menggigiti tangan. Gw pengin banget  menyentuh ikan-ikan itu, tetapi semuanya sangat gesit. Ada ikan yang berukuran besar, berbentuk persegi, pipih, yang membuat gw kagum. Saat gw snorkeling di Gili nanggu, kebetulan saat itu sedang menjelang pasang jadi arusnya kuat sekali, bahkan untuk kembali ke pantai saja mesti berenang sekuat tenaga sampai lemas tapi tetap saja terseret arus sampai ke tengah lagi. OMG!

snorkling        smorkling 2

Hari keempat kami bermain ke Gili air, lagi-lagi kami snorkeling disana. Berhubung gw masih trauma sama acara snorkeling di hari sebelumnya yang benar-benar menguras tenaga dan bikin gw langsung tumbang di kasur pas malam harinya, gw membatasi diri hanya setengah jam untuk snorkeling dan berenang di tengah-tengah lautan yang arusnya masih saja kencang itu. Gw lebih memilih berleyeh-leyeh di salah satu kafe yang ada disitu sambil menunggu kedua teman gw yang masih keranjingan snorkling itu. Gw suka sama suasana di Gili Air. Lebih sepi dan lebih tertib. Mungkin karena pengunjungnya lebih banyak orang-orang bule daripada orang-orang lokalnya. Kebanyakan dari bule-bule itu juga hanya tidur-tiduran sambil membaca buku, ada yang berjemur, ada pula yang masih penasaran untuk snorkeling. Disaat bule-bule itu mengagumi kulit gw yang berwarna tanned, sambil berjemur buat mendapatkan warna kulit coklat eksotis seperti gw *wink-wink*, gw malah panik. Gawat deh nih, kudu bayar dokter kulit buat balikin ke warna awal biar warnanya gak buluk gini wkwkwk T_T

GILI AIR  gili air 2

Setelah puas bermain di Gili Air, kami pun langsung menyebrang ke Gili Trawangan. Rencananya di malam terakhir ini kami mau menginap disana. Well, gw kudu mengacungkan jempol sama guide yang gw sewa. Beliau tau banget penginapan seperti apa yang kami butuhkan. Kami disewakan sebuat Villa and guest house yang jauh dari keramaian milik seorang bule yang merupakan teman dari guide kami. Untuk menginap semalam disini kami hanya membayar 600ribu/malam. Sebuah harga yang relatif murah untuk Gili Trawangan yang terkenal serba mahal! Fasilitasnya? Untuk sebuah penginapan ber-AC ala bule yang super bersih, dengan penataan toiletries yang oke punya, dilengkapi dengan air panas, kolam renang, satu tempat tidur ukuran double+satu tempat tidur ukuran single, brankas untuk menyimpan barang berharga, tv+dvd player dan sarapan pagi ala bule. apa gak mangap tuh? dapat liburan lumayan mewah dengan harga standar :p

Disaat orang-orang menjadikan Gili trawangan sebagai trade mark-nya Lombok dan menjadi tempat yang wajib dikunjungi kalau kita sedang berada di Lombok, gw pribadi agak kurang suka dengan Gili Trawangan yang menurut gw terlalu ramai. Apalagi gw mendapat pengalaman yang kurang mengenakkan disini. Saat makan malam, gw dan teman sengaja memilih resto yang kelihatannya sangan happening dibandingnya resto-resto yang ada di sepanjang jalan Gili trawangan. Gw masih ingat banget, nama restonya Scallywag! Gw dan teman  sengaja memilih resto ini karena kayaknya resto ini ramai dikunjungi orang, terutama bule-bule tapi kok jarang melihat orang lokal yang makan disini. Cuma karena udah merasa lapar dan mengikuti prinsip “kalau rame berarti enak!” maka kami pun memutuskan untuk makan disini.

Belum 10 menit duduk disitu, gw udah dibuat bete sama pelayannya. Pertama, dia ogah-ogahan banget menjelaskan menu yang ada di list. Ya meneketehe sih, itu menu pake judul BEEF FAJITAS WITH FRESH SALSA AND GUACAMOLE. buat orang Indonesia yang gak pernah makan makanan mexico, mana ngeh sih kalo judul menu sepanjang itu ujung-ujungnya adalah gak jauh-jauh dari KEBAB SAPI! Blom lagi nama menunya SPARERIBS, taunya cuma iga babi panggang pake saus BBQ! Pelayannya  gak sabaran banget nungguin kita milih menu, sampai-sampai dia nyuruh gw dan teman gw manggil dia lagi kalau sudah memutuskan mau memesan apa dengan nada yang seolah-olah merendahkan banget. Okelah, gw pikir karena restonya ramai, dia harus melayani secepat kilat. Sementara dia menghampiri pasangan bule di meja sebelah dan tanpa ditanya, dia jelasin satu-satu menunya kepada dua bule itu, sampai sabar nungguin tuh bule milih menu kayak nungguin kaisar ngasih mandat! HANJISSS! Dikira orang lokal gak mampu bayar makan disitu apa? *kepret pake duit logam seplastik*

Makan malam kali itu ditutup dengan kekecewaan mendalam, bahkan untuk minta tagihan aja lamanya setengah mati. Sampai-sampai gw sendri yang menghampiri meja kasir dan langsung bayar sendiri….dan berlalu begitu saja TANPA MEMBERIKAN UANG TIPS! Biar rasa deh tuh, dikata tuh bule-bule murah hati mau ngasih tips? ngarep! Siapa sih yang gak tau kalau di Indonesia tuh bule pelit banget ngasih tips? Paling gak suka deh sama pelayan yang mendewa-dewakan bule dan melecehkan orang-orang lokal. Makan di tempat mahal, habis sampai ratusan ribu, udah gitu makanannya biasa aja, dengan pelayanan yang buruk pula. Mendingan gw makan ketoprak abang-abang di Jakarta deh. Murah meriah plus dapat pelayanan ramah murah senyum! *sigh*

Siapa sih yang gak tau kalau Gili Trawangan adalah PARTY ISLAND? Yeap! Gili Trawangan merupakan surga bagi orang-orang yang punya hobi clubbing. Gimana enggak, sepanjang jalan penuh dengan bar-bar yang silih berganti mengadakan party. Berhubung kebetulan gw sedang berada di Gili Trawangan, gak ada salahnya untuk ikutan party juga. Akhirnya kami memilih salah satu bar yang ada disitu untuk nongkrong-nongkrong cantik. Kalau gak salah namanya Tir Na Nog Bar. Guess what, seumur-umur lihat ‘price list’ harga minuman beralkohol paling murah untuk ukuran bar, ya baru di Gili Trawangan ini. Segelas Liquor hanya dibanderol 35 ribu rupiah! Karena penasaran, akhirnya gw dan teman mencoba untuk memesan margarita yang merupakan campuran tequilla, triple second dan lime. Gw pikir, untuk harga 35 ribu, paling juga margarita abal-abal, ternyata eh ternyataaaaaa…*simpulkan saja sendiri*

Gw juga sempat memesan Ichabod’s Nightmare, campuran blue curacao,gin,rum,tequilla,vodka dan cranberry juice yang ternyata rasanya memang enak. Berarti bartendernya juga bukan bartender sembarangan. Pantas aja Gili Trawangan dijuluki Party Island! Lah mau clubbing gak butuh modal banyak soalnya! :p

margarita        drink

Hari kelima, hari terakhir di Lombok. Rencananya hari terakhir ini akan diisi untuk mengelilingi Gili trawangan sampe ‘khatam’ sebelum diantar ke bandara untuk kembali lagi ke Jakarta 😀

Gili Trawangan bukanlah sebuah pulau yang besar, hanya butuh satu jam dengan menggunakan sepeda untuk bisa mengelilingi Gili Trawangan. Di Gili Trawangan tidak diperbolehkan ada kendaraan bermotor, jadi transportasi yang digunakan disana hanyalah cidomo (delman) dan sepeda saja. Untuk menyewa sepeda disana tidaklah sulit, cukup bayar 50 ribu rupiah untuk bisa menyewa sepada selama 24 jam. Tapi jangan dianggap enteng, jangan berharap jalanan di Gili Tarawangan itu sudah mulus oleh aspal sehingga sepeda dengan bebasnya bisa melenggang. Sebagian besar kontur jalanannya masih berpasir. Bisa dibayangkan dong, mengayuh sepeda diatas pasir bukanlah hal yang mudah. Gw aja berkali-kali nyaris jatuh. Mending kalau sambil bersepeda, udaranya adem gitu. Ini sih udaranya ampun-ampunan deh. Matahari bersinar terik luar biasa, dan sukses membuat kulit gw makin gosong.

Finally, 5 hari sudah dihabiskan di Lombok. Liburan yang sangat berkesan bagi gw dan kedua teman gw. Ada manisnya, ada pahitnya, ada asemnya juga. Ambil hikmahnya aja. Indonesia punya tempat-tempat yang indah untuk dikunjungi. Saran gw, selama di Lombok, jangan lupa untuk mencoba makanan khas sana seperti nasi balap puyung dan sate rembige. DI hari terakhir gw benar-benar menyadari bahwa gw benar-benar sudah jatuh cinta dengan Lombok. Masih banyak tempat-tempat yang belum gw kunjungi. Air terjun di kaki gunung rinjani, gili meno, dan banyak lagi. Semoga someday bisa balik lagi kesana. Ingin ke Pantai Sebui lagi. Semoga…… 🙂