just my two cents

Pernah gak lo merasa kalau dunia itu gak adil sama lo? Pernah gak lo merasakan ketika udah berusaha begitu keras, did your best, tapi sepertinya semua pintu tertutup untuk lo, semua hal yang lo lakukan seperti gak ada gunanya, sekuat apapun lo berusaha, semua pintu seakan tertutup bahkan jendela aja gak nemu? Sementara diluar sana, ada banyak orang yang gak perlu bekerja keras atau berusaha keras dalam hidupnya tapi hidup dengan tenangnya, setiap jalannya seakan terbuka lebar dan mereka berjalan dengan pongahnya.

Pernah gak merasa bahwa lo sudah berusaha hidup dengan baik, berkelakukan dengan baik, hidup lurus selurus lurusnya tapi untuk meraih sesuatu yang sederhana dan jamak dimiliki oleh semua orang aja kayaknya kok ya susah banget mendapatkannya? Sementara diluar sana, begitu banyak pribadi yang hidup dengan urakan, tidak menghargai dirinya sendiri, dan cenderung memilih jalan yang tidak seharusnya, tapi sepertinya mudah sekali untuk mendapatkan sesuatu yang baik bahkan kadang mendapatkan yang terbaik.

Banyak yang bilang, jangan suka iri sama apa yang dimiliki oleh orang lain. IYAAAA!! Kita memang gak boleh iri sama apa yang dimiliki oleh orang lain, apalagi kalo gak bekerja atau berusaha sekuat dan sehebat mereka untuk mendapatkan hal-hal baik yang diinginkan dalam hidup, TAPI kalau kondisinya terbalik gimana? Sudah berdoa, sudah berusaha mati-matian untuk melakukan yang terbaik dalam hidup tapi malah kalah beruntung sama orang-orang yang kurang berusaha atau kalah sama orang-orang yang tidak pernah menghargai hidupnya, apakah tetap tidak boleh merasa iri atau sekedar bertanya-tanya MENGAPA? Bukankah wajar jika manusia suka mencari pembanding untuk bisa mengukur sesuatu dan bukankah sesuatu baru bisa diukur jika ada pembandingnya? Bukankah manusia sudah terbiasa dibandingkan dalam kurun waktu hidupnya? Mana yang lebih cantik, mana yang lebih pintar, mana yang lebih tampan, mana yang lebih hebat, mana yang lebih sukses dll?

Kalau iri tidak diperbolehkan, sementara setiap usaha yang dilakukan tidak membuahkan hasil, apakah harus pasrah begitu saja?

Entahlah, gw tidak terlalu suka mendengar kata pasrah, tapi berusaha terus tanpa membuahkan hasil juga terkadang membuat seseorang bisa merasa lelah dan jenuh lalu yang terjadi kemudian mengeluh.

Bukankah mengeluh juga (katanya) tidak baik?

Iri,pasrah lalu mengeluh. Bukan kata-kata yang bernada positif, namun banyak orang pernah mengalaminya.

Bagi gw, hidup adalah proses, manusiawi kalo seseorang pernah merasa iri, berpasrah diri atau mengeluh, gak ada satu orang pun yang cuma diam saja saat menjalani proses hidup yang sulit. Lo bisa bilang orang-orang jenis ini adalah orang-orang yang tidak mampu bersyukur pada apa yang telah dimilikinya, terserah aja, tiap orang berhak memberi penilaian, tapi siapa sih yang tidak pernah merasa iri dan mengeluh dalam hidupnya?

Advertisements

Fenomena Harlem Shake

Beberapa hari belakangan ini,  di social media macam Youtube dan twitter heboh dengan fenomena Harlem Shake. Awalnya sih gak terlalu kepo dengan Harlem Shake, malah tadinya gw kira nama seseorang gitu *sigh*. Secara gw juga gak terlalu ngikutin ‘trending topic’ yang terkadang memenuhi timeline gw di twitter, tapi pakta selebtwit selalu sukses untuk memblow up suatu fenomena baru di social media. Alhasil gw pun penasaran sama Harlem Shake ini. Mulailah gw mencari info tentang Harlem Shake ini.

Hoalahhh..ternyata Harlem Shake itu video lucu-lucuan yang diupload di Youtube gitu. Video ini punya ciri khas, dimulai dari seseorang yang berada di sebuah ruangan dengan beberapa orang lainnya, biasanya pakai helm atau penutup kepala, lalu seseorang ini mulai menari atau melakukan gerakan-gerakan gak jelas gitu, orang-orang disekelilingnya pura-pura gak ‘ngeh’ dengan orang yang mulai gerak-gerak gak jelas ini, gak berapa lama, mulai deh orang-orang diseluruh ruangan ikut-ikutan melakukan gerakan massal. Setiap video yang diupload punya musik yang sama dan berdurasi rata-rata 30 detik. Jujur ,awalnya sempat gak ngerti mereka itu ngapain dan tujuannya melakukan gerakan-gerakan seperti itu tuh buat apaan, ternyata oh ternyata, hanya ajang pamer kreatifitas saja. haiyaaaaa!!!! *jedot-jedotin jidat ke tembok*

Fenomena Harlem Shake ini disebut-sebut menggeser kepopuleran Gangnam Style yang heboh banget di tahun 2012 lalu.  Sama seperti Gangnam Style, Harlem Shake ini juga ‘meracuni’ seluruh kalangan, mulai dari pelajar, pegawai kantor sampai artis mengupload video mereka yang ber-Harlem Shake ria.

Sejarah Harlem Shake itu sendiri adalah sebuah tarian, terinspirasi dari Eskista. Sebuah dansa ala Ethiopia yang berkembang di daerah Harlem, New York, sekitar tahun 1981. Dan tahun 2001 tarian ini mulai popular berkat rapper bernama G Dep yang memasukan tarian Harlem Shake di Vklipnya berjudul “Lets Get It”. 

Kalo menurut gw, Harlem Shake ini agak mirip dengan flash mob, tarian dimulai satu orang dan beberapa lama tiba-tiba diikuti oleh banyak. Yang bikin beda, gerakan tarian Harlem Shake sangat acak dan tidak beraturan. Mereka bergerak sesuka hati, biasanya dilakukan dengan cara menggerakkan pinggul dan tangan secara bersamaan ke depan dan ke belakang. Yang dibutuhkan saat membuat Harlem Shake adalah kreativitas dan inovasi, agar beda dengan yang lain. 

Video Harlem Shake paling kreatif menurut gw adalah yang ada di dalam kolam renang seperti yang pernah gw upload sebelumnya di Facebook. Asli deh, niat abis tuh bikin video kayak gitu. Yah, antara kreatif,kurang kerjaan, dan gila itu memang cuma beda tipis!  -___-”

harlem2-4_3_r536_c534

traveling hemat dalam kota..

Banyak orang yang terkecoh dengan istilah traveling, kebanyakan dari kita beranggapan bahwa yang namanya traveling itu adalah liburan ke tempat-tempat spektakuler yang lokasinya jauh dan membutuhkan biaya yang lumayan besar. Padahal traveling itu gak mesti pergi ke tempat-tempat yang  jauh dan membutuhkan biaya yang bikin dompet menjerit kok. coba deh cari informasi sebanyak mungkin dari kota tempat kita tinggal, ada gak lokasi yang bisa dijadikan objek wisata atau sekedar tempat melepas penat dari rutinitas sehari-hari yang bisa menarik minat kita untuk dikunjungi.

Kebanyakan orang-orang di kota besar (contoh : GW!) memilih mall untuk menghabiskan waktu di akhir pekan, entah itu hanya sekedar duduk-duduk di kafe, makan-makan di restoran, atau belanja-belanja. Eh, yang terakhir sih gw ga begitu suka, kecuali kalo ada donatur yang mau menanggung seluruh tagihan belanjaan! *pret!* :p

Jumat kemarin, ditengah-tengah jam kerja, gw mulai menyusun rencana dan mengumpulkan niat untuk menghabiskan hari sabtu gw bukan di dalam kamar, berhubung minggu ini gw ga pulang ke rumah, otomatis hari sabtu dan minggu waktu gw kosong. Mulailah gw menghubungi teman-teman gw satu per satu, siapakah yang punya waktu kosong di sabtu siang untuk menemani gw jalan-jalan.

9 dari 10 orang teman yang gw ajak untuk menemani gw jalan-jalan di sabtu siang itu langsung menolak ketika tau bahwa tempat tujuan yang akan kami datangi adalah PLANETARIUM!  yaelahhh, padahal gw udah segitu mupengnya pengen kesana, masa iya 10 tahun tinggal di Jakarta belum pernah ke Planetarium sama sekali.

Singkat cerita, jadi juga sabtu siang itu gw meluncur ke Taman Ismail Marzuki di daerah cikini untuk berwisata ke Planetarium! cuhuyyy!

Sekedar informasi Planetarium Jakarta, digagas oleh Bung Karno pada 1964, simulator dan pusat observasi antariksa ini rampung dibangun dan diresmikan Gubernur Ali Sadikin pada November 1968.
Gedung itu dibangun atas sumbangan dana Gabungan Koperasi Batik Indonesia (GKBI), sementara proyektor teater bintang buatan Carl Zeiss-nya dibeli dengan dana pemerintah. Teater bintang ini tak lain adalah kubah putih berdiameter 22 meter yang secara rutin memutar aneka film astronomi.

Studio yang berisi sekitar 300an kursi ini dapat menambah pengetahuan tentang berbagai macam hal yang berhubungan dengan benda-benda di jagat raya antara lain Tata Surya, gugusan bintang dan segala macam aspeknya yang mempengaruhi kehidupan manusia di Bumi yang disimulasikan oleh sebuah kamera canggih buatan tahun 1996. Layarnya dibuat secara khusus setengah lingkaran bola dimana penonton berada didalamnya seolah-oleh sedang berada di pesawat luar angkasa sedang memandang dan menjelajah isi jagat raya.

Studio ini dilengkapi dengan tata suara dan keterangan dalam bahasa Indonesia sehingga kita akan banyak mendapatkan informasi yang terkandung dalam film yang diputar. Sebagai pusat observasi antariksa, Planetarium Jakarta saat ini memiliki 3 teropong bintang dan 1 heliostat untuk memotret matahari dan benda langit lainnya.

bintang

Saat ini ada 9 film astronomi yang disuguhkan Planetarium:
1. Tata Surya
2. Gerhana Matahari & Gerhana Bulan
3. Penjelajah Kecil di Tata Surya
4. Galaksi Kita Bima Sakti
5. Planet Biru Bumi
6. Bintang ganda dan Bintang Variabel
7. Dari Ekuator sampai Kutub
8. Riwayat Hidup Bintang
9. Pembentukan Tata Surya

Jadwal Pertunjukan :

Selasa – Jumat :setiap 16:30

Sabtu, Minggu dan Sabtu Libur Nasional : setiap 10:00, 11:30, 13:00, dan 14:30

Jumat Libur Nasional : Setiap : 10:00, 11:30, 13:00, 15:00, 16:30

Senin : TUTUP untuk pemeliharaan

Harga Tiket Masuk : Anak-anak Rp. 3,500 Dewasa Rp. 7,000

Kebetulan hari sabtu kemarin gw dan teman sampai di Planetarium sekitar jam 11.30 untuk nonton pertunjukan yang jam 13.00, dan ternyata hulalaaa~~~ antriannya panjang buangetttt! Gak menyangka kalo di hari sabtu ternyata banyak rombongan anak sekolah yang juga mau nonton, kirain kalo sabtu tuh gak banyak anak sekolahnya, salah perhitungan deh.

mulailah gw dan teman gw berjibaku mengantri untuk membeli tiket, kebijakan pihak Planetarium, satu orang hanya boleh membeli maksimal 6 tiket saja. Sayangnya, banyak rombongan sekolah yang kayaknya belum paham kalo untuk rombongan itu bisa pesan duluan, jadi gak perlu datang untuk rusuh mengantri pas hari H! Alhasil, baru berapa meter antriannya jalan, tiketnya udah ludes! Pupus sudah harapan gw untuk bisa nonton pertunjukkan yang jam 13.00. Dan petugas loket pengumumkan loket akan dibuka kembali pukul 13.30 untuk pertunjukkan yang dimulai pukul 14.30 dan saat itu jarum jam baru menunjukkan pukul 12 kurang! *sigh*

Karena memang udah diniatin mau nonton pertunjukkan di Planetarium, akhirnya gw dan teman pun memutuskan untuk nonton yang jam 14.30. Antrian masih panjang mengular di depan, tapi rasanya kok ya bete banget nunggu sampe loketnya dibuka lagi, sedangkan untuk keluar dari antrian kayaknya sayang banget karena masih bayak yang blom kebagian tiket. Ternyata gw ga sesabar itu buat nunggu satu setengah jam sampe loketnya dibuka lagi, mending keluar dari antrian, trus nanti ngantri lagi, dengan resiko ga kebagian tiket! Yasudahlah, kalopun gak dapat tiket, kan masih ada hari minggu ini.

Akhirnya gw dan teman gw pun meluncur ke daerah menteng prada untuk wisata kuliner dulu. Tepat di depan stasiun cikini, ada penjual es cendol duren yang ga pernah absen gw beli kalo kebetulan sedang berada di daerah menteng prada. Segelas es cendol dicampur gula merah,durian, dan ketan putih dan santan dihargai hanya 8000 perak aja. Soal rasa ga usah ditanya, rekomendasi gw sih ga pernah gagal deh! wkwkwk. Di dekat penjual cendol duren itu juga ada penjual siomay yang rasanya enak banget, dan harganya juga gak mahal, sayang kemarin gw belum lapar, jadi cuma beli cendol durennya aja, lalu langsung balik lagi ke Planetarium buat ngantri tiket lagi.

Sampai Planetarium, antriannya tambah menggila! Ada rombongan anak-anak sekolah beserta gurunya yang baru datang dan belum memiliki tiket. Gw pikir datang dari daerah manaaa gitu, eh ternyata datang dari sebuah sekolah yang terletak di Jakarta Utara. Please deh! tinggal di Jakarta, datang dari sekolah keren, ngajak seratusan anak murid, tapi gak tau kalo rombongan bisa reservasi duluan sebelumnya jadi ga perlu rempong rusuh ngantri sampe nyaris ngajakin ribut calon penonton perorangan lainnya. Emang itu sekolahan ga kenal internet pusatnya segala sumber informasi ya? ckckck!

Para calon penonton yang berstatus non rombongan taunya kalo mau nonton itu langsung datang dan beli tiket sama kayak beli tiket di bioskop, jadi rata-rata datangnya 1 jam sebelum pertunjukkan dimulai, masalahnya, banyak rombongan yang suka seenak jidat datang tanpa memiliki tiket dan langsung antri di tempat! Kebayang dong, udah nyewa bus, bawa rombongan anak-anak, udah narik bayaran dari anak murid juga,trus udah sampai TKP, mau gak mau harus dapat tiket untuk hari itu juga dong, dan semua harus kebagian tiket. Sementara, yang mau nonton kan bukan cuma rombongan mereka saja. Dan para guru-guru yang membuat program wisata tersebut mau gak mau harus memikul tanggung jawab buat mendapatkan tiket nonton hari itu.

Intinya, kalo rombongannya jumlahnya 100 orang, dapat tiketnya ya harus 100 orang, gak bisa cuma dapat setengahnya. Akhirnya guru-guru tersebut berjibaku untuk mengantri tiket sedangkan anak-anak muridnya disuruh menunggu di halaman sambil bermain-main, kalau satu orang hanya bisa membeli maksimal 6 tiket, berarti untuk 100 orang setidaknya butuh 17 orang yang mengantri dan harus berurutan antrinya,supaya satu rombongan dapat tiket semua,itu juga kalo tiketnya masih. Dan kemarin para guru tersebut panik karena yang antri kurang 1 orang, jadi mereka memanggil temannya untuk antri dibelakang mereka. Masalahnya, guru yang satu ini gak mau antri dari belakang, maunya langsung menyerobot antrian dan berdiri di belakang teman-temannya, otomatis para calon penonton yang sudah mengantri duluan pun tidak terima antriannya diserobot seperti itu, ketika ditegur untuk antri di belakang, guru ini pun ngotot kalo mereka satu rombongan dan berhak antri di belakang guru-guru yang sudah antri duluan. WTF!!!! Bikin emosi aja, yang lain ngantri berjam-jam, dia mau enaknya aja, ditegur nyolot pula! Gw dan teman gw yang tadinya ga mau ikut campur pun jadi bete dan ikut-ikutan ngomel deh jadinya.

Untungnya teman gw sudah melobi mbak-mbak yang antriannya sudah dekat loket, mereka hanya membeli 2 tiket, dan teman gw pun titip 2 tiket untuk kami (batas pembelian maksimal per orang 6 tiket) tetapi kami tetap ikut mengantri juga, biar mbak-mbak di depan ga merasa dimanfaatkan hahaha. Selamat deh akhirnya gw dapat tiket juga, kalo nggak nitip, mungkin gw juga ga akan dapet tiket karena beberapa meter di depan kami ada rombongan sekolahan itu *sigh*

Selesai beli tiket, kami pun mengantri di pintu masuk pertunjukkan, masih ada 1 jam lagi sebelum pintu dibuka, dan orang-orang yang sudah punya tiket rajin banget sudah tertib mengantri ckckckck! Lagi-lagi rombongan sekolahan yang  tadi gurunya bikin rusuh, sekarang anak-anak muridnya yang bikin rusuh. Lagi anteng-antengnya mengantri, mereka malah main dorong-dorongan antrian, dan gurunya cuma diam saja melihat kelakuan murid-muridnya. Sumpah! Gw sampai speechless loh liat fenomena guru dan murid hari itu!

Saking jengkelnya, teman gw langsung menegur gurunya untuk segera menertibkan anak muridnya, karena ada rombongan murid dari sekolah lain juga bisa tertib mengantri dan gak rusuh. Dan gw lebih ekstrim lagi, langsung negur berandal-berandal kecil itu untuk berbaris rapi kayak bebek, mungkin dengar suara gw yang udah naik naik 2 oktaf gitu, rombongan anak-anak itu pun mulai membentuk barisan antrian. Yaolohhh, mimpi apa sih gw semalam ketemu rombongan guru dan murid kayak gitu! >.<

Selama 45 menit didalam studio berbentuk setengah kubah putih itu diputar film simulasi tentang tata surya dan benda-benda langit,  bangku yang nyaman, studio yang bersih dan simulasi yang cukup keren untuk menambah pengetahuan tentang tata surya, harga tiket 7000 rupiah sih sangatlah murah! Apalagi kalau bangkunya diganti dengan kursi hidrolik, wuahhhhhh pasti tambah keren lagi deh hehehe…

sayangnya selama pemutaran simulasi, lagi-lagi penonton yang kebanyakan rombongan anak sekolah ini pun kelakuannya agak mengganggu penonton lainnya, seenaknya bertepuk tangan, suit-suit, dan bersorak-sorai. haduh..haduhhhhhh! *makin speechless* >.<

Walau ada beberapa hal yang membuat jengkel di hati, tapi gw sangat menikmati traveling murah dalam kota ini. Masih banyak tempat yang ingin gw kunjungi dengan budget minim di kota Jakarta tercinta ini. Yah, yang namanya traveling murah, memang seharusnya gak boleh protes kalo ada yang bikin gak berkenan di hati. Next, gw mau mengunjungi museum batik sekalian belajar bikin batik juga. Kayaknya seru tuh. Tunggu laporan perjalanan berikutnya ya 🙂

 

 

 

 

Goodbye 2012, welcome 2013..My review and my resolution~

Happy New Year!!!!!! Tet..torettt..toretttt!!!! Duarr..duarrrr..cetarrrrrrr! Prett..prettt..prettttt..teretek..tekk..tekkkk~~ *niruin bunyi kembang api*

Wiihh..suasana baru nih, melepas tahun 2012 dan menyambut tahun 2013 bukan di kota Serang ataupun Jakarta..lebih meriah, lebih tertib, dan yang pasti disini ga ada bunyi petasan jedar.. jederrr seenak jidat! Praise GOD!

Kadang suka rada bingung, apa asiknya sih mainan petasan kayak gitu?! Mending mainin cowo deh, jauh lebih menantang dan seksi muhahaha apeuuuu sihhh! :p *kidding*

Tahun 2012 kemarin cukup bersahabat dengan hidup gw, banyak sukacita yang sudah Tuhan berikan berlimpah-limpah banyaknya! Makasih banyak Tuhan. 🙂

Mari kita review satu per satu, bukan bermaksud untuk pamer atau menyombongkan diri, tapi untuk semakin belajar bersyukur bahwa Tuhan udah segitu baiknya mencurahkan segala berkatNya dalam hidup gw..jadi apa yang sudah didapat selama tahun 2012 ga ada yang perlu disombongkan tapi harus semakin bersyukur dan merendahkan hati.

Okaay! Let’s check it out!

Karier lumayan lancar dan gw cukup menikmati pekerjaan gw sampai saat ini.
Penghasilan? Yahh..lumayan lah..udah ga bergantung sama ortu lagi..setidaknya udah bisa ajakin bokap sama nyokap bergaul dan nongkrong2 cantik di kafe atau sekedar nyobain makanan dari resto ke resto walau ga mesti setiap saat, ga perlu yang mahal-mahal, yang penting kebersamaannya tho? 🙂

Rasanya senang aja kalo bisa ajakin ortu sekedar makan bareng atau nongkrong bareng dengan duit yang keluar dari kantong gw sendiri, apalagi kalo bisa ngasih ‘hadiah-hadiah’ kecil buat ortu, mereka sih ga pernah minta, kadang nyokap malah suka pura-pura marah atau ngomel karena menurut beliau, gw boros banget pake acara beliin hal-hal kecil seperti itu, tapi ekspresi terkejut dan senyum haru mereka saat nerima hadiah dari gw tuh..duhhhhhhhhh! Bikin nyesssss di dada :’)

Iyaaaa! Gw memang bukan tipikal anak yang bakalan nyerahin sepersekian penghasilan gw buat ortu, karena memang gw belum mampu untuk berbagi penghasilan dengan orangtua gw, tapi gw yakin, harga diri enyak babeh aye juga ketinggian buat nerima duit hasil keringat ‘nyangkul sawah’ dari gw! Toh gaji gw juga seberapanya penghasilan mereka! Secara ortu gw juga masih aktif berkarir di bidangnya masing-masing.

Masih jelas banget di ingatan gw, waktu nyokap gw dengan mata berkaca-kaca menerima beberapa lembar voucher belanja hasil kerja keras gw beberapa bulan nguli di kantor, berhubung gw tau banget nyokap gw ga bakalan mau nerima uang dari gw, makanya gw kasih hadiah berupa voucher belanja, saking seneng dan bangganya sampe bercucuran airmata di depan kantor kelurahan pas mau bikin e-KTP! Duh mamihhh..drama queen banget ikhh, kebanyakan nonton sinetron nih pasti! –”

Kehidupan sosial? Humm..masih terbilang lancar lah, walau udah ga ‘segaul’ beberapa tahun yang lalu yang kerjaannya menclok sana-sini..mungkin pengaruh faktor ‘U’ juga, jadi kemampuan fisik gak bisa digempur gila-gilaan kayak waktu dulu. Pulang kerja langsung cari makan malam, pulang ke kost, lalu menikmati waktu beberapa jam sebelum tidur dengan baca buku atau nonton film, then..fall asleep muhahaha…yowess lahh ga apa-apa..makin tua makin anteng!

Apakah gw merasa menikmati hidup selama tahun 2012? Whoaaa banget..ngett..nget!!!

Betapa beruntungnya gw punya pekerjaan yang tidak mewajibkan gw untuk lembur sampai tengah malam di kantor, sehingga gw masih punya waktu untuk melatih otak gw dengan sekedar membaca atau nonton film walau seringnya gw malah jatuh tertidur di tengah-tengah membaca atau disaat pertengah pemutaran film. Wkwkwk..

Lalu prestasi apalagi yang sudah gw dapatkan selama tahun 2012?
Berhasil diet!!! MUHAHAHA!

Setelah terjadi lonjakan bobot tubuh di awal tahun 2012, akhirnya di penghujung tahun ini, gw juga berhasil menurunkan bobot tubuh hingga nyaris 7 kilo! Yahh lumayan lah daripada lu manyun hahahaha..setelah berbulan-bulan nangis-nangis menahan rasa ingin ngunyah, masih ada beberapa kilo lagi yang mesti dipangkas habis! Biar punya bobot normal. Okehhh mari semangat diet, biar lututnya cepat sembuh dan body makin seksi! Sehat adalah tujuan utama. Okesip!

Resolusi 2013

Setiap awal bulan di bulan Desember, gw pasti udah sibuk menyiapkan resolusi untuk tahun berikutnya. Prinsip gw, setiap tahun harus punya resolusi biar gw bisa semangat menjalani hidup karena udah bikin agenda yang harus gw lakukan sepanjang tahun itu. Jadi sepanjang tahun itu gw punya rencana dan target yang harus gw penuhi sebelum tahun itu berakhir. Setidaknya dengan membuat resolusi, perjalan hidup gw satu tahun kedepan sudah tau mau mengarah kemana.

Inilah resolusi gw di tahun 2013 :

1.Makin taat dan setia sama Tuhan.

2. Naikin budget tabungan, biar ‘kas negara’ punya cadangan devisa yang cukup buat bikin rencana ini itu.

3. Get a new job. *semoga Tuhan udah menganggap gw layak buat naik kelas*

4. Travel a lot! Yes! I addicted to traveling! Makin jauh dan makin susah dicapai lokasinya, makin menantang! Smoga kesampean mau ke Holly land bareng keluarga, penasaran liat ‘kampungnya’ BIG BOSS ma men! D

5. Cari suami! Keknya udah wajib deh ini! Wkwkwk capek lah disindir teman-teman, dengan kalimat ” makanya cari calon suami dong, jangan cuma nyari tiket pesawat promo buat jalan-jalan aja yang jago!” Blah! Dalemmmmmm….

6. Bisa menyenangkan hati orangtua setiap saat. *ini susah bo!!!!!! Sampe detik ini ga dikutuk jadi batu sama enyak gw aja udah mukjizat lah kalo ngeliat kelakukan gw yang bikin ortu pengen jedot-jedotin jidat ke tembok kayak gini mah*

7. Belajar untuk tidak mengeluh dalam setiap keadaan!
8. Mau memulai bisnis kecil-kecilan.
9. Rajin nge-gym biar ga sia-sia udah bayar mahallll!!!!!

Berhubung baru 9 points doang yang kepikiran, nanti sisanya bakalan gw tulis lagi deh buat update.

Udah mau jam 3, mending bobo ahhhh..

Last but not least, Happy New Year all! *\(•ˆ⌣ˆ‎​​​​•)/*

Benarkah Israel bangsa kesayangan Allah?

Warning bagi yang mau baca tulisan gw yang satu ini, Tulisan ini hanya pendapat pribadi gw semata, ya maaf kalo ada yang merasa gak suka atau kurang sependapat. Gw memang gak ahli di bidang persejarahan atau theologi. Nggak! Terlalu rumit buat otak gw untuk memahami apa yang terjadi di masa ribuan tahun yang lalu. Apa yang gw tulis kali ini hanya sebuah pikiran yang tiba-tiba terlintas dalam otak karena tadi secara gak sengaja baca status facebook seorang teman. Jadi tolong siapkan hati yang bersih kalo mau baca artikel ini, suapaya gak merasa panas hati. Toh ini kan blog pribadi, jadi bebas dong mau nulis apa aja yang sedang terbersit di pikiran gw. Jangan terlalu serius bacanya, lha gw yang mikir buat nulis ini aja gak serius-serius amat mikirnya. So, nikmati ajalah. Tinggal close ini kok kalo emang ga suka sama topiknya 🙂

Tadi waktu iseng buka facebook dari laptopnya bokap, ada satu status yang muncul di timeline dan membuat gw ga tahan untuk langsung memberikan komentar. Iya! Status ini benar-benar menggelitik otak untuk langsung berpikir.

Nah, ini dia bunyi statusnya : “Melihat Israel kini, tak bisa melihatnya seperti dalam Bible. Kini ia negara-bangsa yg menganiaya bangsa lain…” -SS-

Sempat terlintas dalam pikiran gw, bagaimana bisa Israel yang merupakan sebuah wilayah yang ga terlalu besar kalau dibandingkan dengan negara kita, nekat bikin onar dengan perang disana-sini, dan melakukan pelanggaran disana-sini. Bayangin deh, posisinya Israel itu diapit sama negara-negara Arab lainnya. Luas negaranya aja gak sampe 25.000 KM, Penduduknya cuma 7.5 juta, dilempar Nuklir berapa biji aja langsung ludes kok itu satu negara, tapi kenapa negara-negara Arab nan kaya yang sanggup beli nuklir buat menumpas Israel yang letaknya berada di sekulilingnya kok terlihat ‘ga berkutik’ atau terkesan enggan ikut campur dengan kesewenang-wenangan Israel? Oke, lupakan tentang mengirim beberapa bom nuklir ke wilayah Israel karena sekarang memang bukan jamannya perang dunia yang suka menjatuhkan bom atom seenak jidat di negara orang! Atau emang negara-negara yang memiliki konflik dengan Israel gak sanggup dan kewalahan buat menembus artileri dan tembok pertahanan Israel?

Padahal kalau dipikir-pikir, kedaulatan negara Israel itu banyak yang tidak mengakui loh! Bisa dibayangkan kan sebuah negara kecil, yang tidak semua negara mengakui kedaulatannya, bukan penghasil minyak berlimpah seperti negara arab lainnya, sanggup bikin onar sama negara-negara di semenanjung arab xixixixixixi…swear! Masih ga kepikiran dapat kekuatan darimana itu Israel buat bikin onar dan bertahan dari gempuran musuh. Amerika? well, kalo itung-itungan kekayaan sih, Amerika itu gak seberapa kaya lah dibandingkan negara-negara kecil penghasil minyak di semenanjung arab!Jadi kalo cuma buat mendanai project bikin senjata paling canggih dan paling mahal sih, negara-negara arab bisa dibilang jauh lebih mampu dan leb!ih berduit!

Jadi ingat perkataan seorang teman beberapa tahun yang lalu waktu gw dan dia lagi asik ngopi cantik di sebuah kafe, “Gimana bisa sih mau ngalahin Israel, lha bangsa Israel itu kan bangsa yang terberkati, Bangsa kesayangan Allah!”

Hmm…ada benarnya juga perkataan teman gw itu, kalo kita ambil sebuah analogi, siapa sih yang bisa ‘mengusik’ anak kesayangan Ayah, walau bandelnya minta ampun?? Walau nakal juga pasti ‘dibelain’! Paling kalo nakal cuma ‘ditegur’ atau ‘dicubit’ dikit hihihihi..

Sejak jaman Abraham, Ishak,Yakub, dan Musa, sepertinya Allah sayang banget sama bangsa Israel ini. Buktinya banyak janji yang Allah berikan dan digenapi buat keturunan-keturunan bangsa ini.

Apa alasan dari Allah sehingga  Israel dipilih dan ditetapkan sebagai umat pilihan-NYA? Mengapa bukan bangsa lain?

Inilah alasan kenapa Allah memilih Israel menurut Alkitab :

“Sebab engkaulah umat yang kudus bagi Tuhan, Allahmu; engkaulah yang dipilih oleh Tuhan, Allahmu, dari segala bangsa di atas muka bumi untuk menjadi umat kesayangan-NYA. Bukan karena lebih banyak jumlahmu dari bangsa mana pun juga, maka hati Tuhan terpikat olehmu dan memilih kamu–bukankah kamu ini yang paling kecil dari segala bangsa?– Tetapi karena Tuhan mengasihi kamu dan memegang sumpah-NYA yang telah diikrarkan-NYA kepada nenek moyangmu, maka Tuhan telah membawa kamu keluar dengan tangan yang kuat dan menebus engkau dari rumah perbudakan, dari tangan Firaun, Raja Mesir. Sebab itu haruslah kau ketahui, bahwa Tuhan, Allahmu, Dialah Allah, Allah yang setia, yang memegang perjanjian dan kasih setia-NYA terhadap orang yang kasih kepada-NYA dan berpegang pada perintah-NYA, sampai kepada beribu-ribu keturunan ” (Ulangan 7:6-9).

Alasan Allah memilih Israel karena kehendak Allah sendiri, kehendak dalam hikmat, kuasa, visi dan misi Allah bagi dunia. Kira-kira begitu sih kalo menurut gw.

Sengaja gw masukin ayat itu, karena di ayat itulah semuanya dijawab dengan jelas, Bangsa/negara yang paling kecil, yang dulunya dibebaskan dari perbudakan Mesir, dikasih janji setia Tuhan sampai kepada beribu-ribu keturunannya pulak! Kurang sayang apa coba? Asalkan bangsa Israel tetap Kudus di hadapan Allah, janji setia itu tetap akan ada pada bangsa Israel.

Ada satu kalimat yang cukup meggelitik logika gw dari ayat diatas, kalo dirunut dari sejarahnya, Perang ARAB-ISRAEL itu dipicu oleh ketidakpuasan orang Arab atas kekalahan Mesir dalam Perang Arab-Israel tahun 1948 dan 1956. Lalu pada Perang Arab-Israel 1967, yang merupakan peperangan antara Israel menghadapi gabungan tiga negara Arab, yaitu Mesir, Yordania, dan Suriah, dan ketiganya juga mendapatkan bantuan aktif dari Irak, Kuwait, Arab Saudi, Sudan dan Aljazair. Perang tersebut berlangsung selama 132 jam 30 menit (kurang dari enam hari), dan hanya di front Suriah saja perang berlangsung enam hari penuh. Hasil dari perang inilah yang memengaruhi geopolitik kawasan Timur Tengah sampai hari ini.

Coba deh baca paragraf diatas! Bayangkan aja, perang keroyokan selama nyaris 20 tahun tidak bisa membuat Israel bertekuk lutut dihadapan Mesir! Sampe bego juga gak bakalan Menang deh tuh Mesir! AH, Arlinda sotoy yak! Enggak kok, bukannya gw sotoy, tapi coba baca lagi deh ayat dari kitab Ulangan ini :

Tetapi karena Tuhan mengasihi kamu dan memegang sumpah-NYA yang telah diikrarkan-NYA kepada nenek moyangmu, maka Tuhan telah membawa kamu keluar dengan tangan yang kuat dan menebus engkau dari rumah perbudakan, dari tangan Firaun, Raja Mesir. Sebab itu haruslah kau ketahui, bahwa Tuhan, Allahmu, Dialah Allah, Allah yang setia, yang memegang perjanjian dan kasih setia-NYA terhadap orang yang kasih kepada-NYA dan berpegang pada perintah-NYA, sampai kepada beribu-ribu keturunan.

Nah! Waktu jamannya Musa, Tuhan sendiri loh yang menebus kebebasan bangsa Israel, dan berjanji memegang janji setia itu sampai pada keturunan yang ke sekian ribu! Beribu-ribu keturunan! Jadiiiiiiiiiiiii, wajar aja kalo perang yang terjadi antara Israel dan Negara-negara disekitarnya cuma kayak Tom and Jerry gitu! Lha, kalo Big Boss udah bilang begitu, mau setengah mati Negara-negara semenanjung Arab bantuin Mesir, sampe lebaran kuda juga gak bakalan tuh Israel jatuh ke tangan Mesir lagi, kecuali atas ijin Allah sendiri! Tapi mana ada sih BAPA yang menyerahkan anaknya untuk dieksekusi musuh walau ‘senakal’ apapun anaknya itu? Kira-kira begitulah analisa gw yang tidak pintar sejarah dan theologi ini 😀

Kalau mengenai Konflik Israel-Palestina, ini bukanlah sebuah konflik dua sisi yang sederhana, seolah-olah seluruh bangsa Israel (atau bahkan seluruh orang Yahudi yang berkebangsaan Israel) memiliki satu pandangan yang sama, sementara seluruh bangsa Palestina memiliki pandangan yang sebaliknya. Di kedua komunitas terdapat orang-orang dan kelompok-kelompok yang menganjurkan penyingkiran teritorial total dari komunitas yang lainnya, sebagian menganjurkan solusi dua negara, dan sebagian lagi menganjurkan solusi dua bangsa dengan satu negara sekular yang mencakup wilayah Israel masa kini, Jalur Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem Timur.

Ditilik dari awal mula penyebab konflik, intinya adalah perebutan wilayah Jalur Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem Timur. Enggak ngertilah kisah lengkapnya gimana, baca sejarah awal mulanya di wikipedia aja udah langsung mumet. Kalo dibilang Israel kejam karena menyerang daerah-daerah padat penduduk di Palestina, Oh c’mon! Begitulah negara yang sedang berperang! Gak Israel gak Palestina sama-sama melakukan serangan. Dan yang namanya perang, pasti banyak korban berjatuhan, terutama penduduk sipil. Dua-duanya sama kejam! Sama-sama egois.

Jadi inget cerita dalam alkitab waktu jaman gw kecil dulu, tentang Daud orang Israel melawan Goliat orang Filistin ( a.k.a Palestina), seorang remaja bertubuh kecil seperti DAUD bisa mengalahkan bahkan menewaskan Goliat yang merupakan seorang pendekar dengan tubuh yang luarbiasa besarnya. Tingginya dikatakan 6 hasta sejengkal atau sekitar 2,90-3.0 meter. Begitu besarnya tubuhnya sehingga dikatakan seperti raksasa. Setiap hari ia maju ke depan orang Israel dan menantang mereka untuk memajukan salah seorang dari mereka berhadapan dengannya. Itu dilakukan sampai hari keempat puluh.

Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: “Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu. Hari ini juga TUHAN akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku dan aku akan mengalahkan engkau dan memenggal kepalamu dari tubuhmu; hari ini juga aku akan memberikan mayatmu dan mayat tentara orang Filistin kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang liar, supaya seluruh bumi tahu, bahwa Israel mempunyai Allah, dan supaya segenap jemaah ini tahu, bahwa TUHAN menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing. Sebab di tangan Tuhanlah pertempuran dan Iapun menyerahkan kamu ke dalam tangan kami.”

Dengan hanya satu hantaman batu kecil yang mengenai di antara kedua mata Goliat membuat si raksasa itu jatuh dan mati.

NAH LOH! Dari cerita diatas, harusnya udah tau dong bahwa Tuhan benar-benar memegang janjiNya! Bayangin aja, seorang raksasa seperti Goliat bisa terbunuh oleh seorang anak remaja berbadan kecil yang bernama Daud hanya dengan sekali hantam??? Kalo bukan karena kuasa Tuhan ada atas Daud, emangnya bisa apa si Goliat sampai tewas dengan gampangnya gitu?

Belakangan ini kalo liat berita di TV, dan Social Media, banyak banget yang demo anti Israel. Gak cuma demo, mereka juga mengutuki perbuatan yang dilakukan Israel atas serangan-serangan yang banyak menewaskan anak-anak. Tapiiiiiiiiii, hellow hati-hati loh Indonesia, kalo kamu mengutuki bangsa Israel, berarti kamu juga mengutuki Allah orang Israel!! Bukannya gw berpihak sama bangsa Israel, bukan!!! Ngapain juga sih pake acara berpihak segala, lhaa ga ada untungnya juga kok buat gw! Hanya saja, mengutuki bangsa Israel berarti mengutuki Allah orang Israel juga, mengutuki Allah berarti????? *aduhh, ga berani ngelanjutin deh..ngeriiiiiii*

Lagipula, orang-orang Indonesia itu emang suka latah, bisa peduli sama bangsa lain yang teraniaya, tapi gak peduli sama bangsanya sendiri yang lebih teraniaya. Terlihat seperti cari muka lah orang-orang Indonesia ini! Rasanya pengen ketawa dan emang beneran ketawa sinis waktu denger ada ratusan relawan yang siap dikirim ke Gaza untuk membantu orang-orang Palestina WHAT????? CARI MUKA DAN CARI MATI! PLUS NYUSAHIN!!!

Kenapa coba gw sampe bilang cari muka dan cari mati plus nyusahin???

CARI MUKA karena sok tampil di depan mata dunia bahwa kita siap membantu orang-orang disana, padahal di negaranya sendiri belum tentu mereka mau jadi relawan, contoh kecilnya aja deh, waktu ada kerusuhan etnis di Lampung baru-baru ini, siapa coba yang berkoar-koar pengen jadi relawan kesana setelah beberapa desa porak-poranda akibat kerusuhan??? mana coba??manaaaaaa???????????? nah, silahkan dinilai sendiri, orang-orang yang pengen kesana itu sebenarnya bagaimana…

CARI MATI karena belum tau medannya disana seperti apa! Dikira kejatuhan roket sama misil itu cuma kayak kena timpukan batu kali ya? Mau jadi relawan yang kayak gimana coba? mau bantuin apa? bagaimana koordinasinya?? Denger petasan meledak aja udah pada jejeritan, gimana denger rudal pas menghantam tanah atau bangunan?? Hellow, pinter dikit napa sih jadi orang! Noh bantuin saudara sebangsa lo aja dulu! Blom tentu kalo tetangga lo yang sakit trus minta bantuan pinjeman duit buat berobat lo mau ngasih! Jadi ga usah mikir mau jihad ke tanah tak dikenal deh lo! BUNUH DIRI itu namanya! *sigh*

NYUSAHIN!!!!!! Kenapa gw bilang nyusahin coba?? ya karena kalo mereka yang pada sok-sokan jadi relawan kesana tiba-tiba tewas gara-gara kena roket, atau jadi tawanan musuh, atau hilang tanpa berita itu seluruh pegawai kedutaan Indonesia pasti dbuat repot! Repot mengevakuasi lah, repot nyari orangnya lah, repot mulangin jenasahnya lah, karena yang bertanggung jawab atas keberadaan orang Indonesia di Palestina ya orang-orang kedutaan Indonesia disana. So,please deh..sadar diri! Dari mulai lahir aja elo udah nyusahin enyak, babeh dan keluarga lo yang lainnya, masa mati juga masih mau nyusahin orang-orang diujung dunia sana! huftttt…

Iyaa Israel bandel! Bandel karena hobinya ‘berantem’ dan melukai orang-orang yang tidak bersalah! Begitu banyak pelanggaran Hak Asasi yang dilakukan Israel. Tapi balik lagi ke analogi diatas, Siapa sih yang bisa mengusik anak kesayangan Bapa? Kalo pun anak itu terlalu nakal, sebagai Bapa yg baik, Dia juga nanti pasti akan kasih ‘pelajaran’ biar anaknya sadar! Udah jadi gambaran umum tho kalau anak yang terlalu disayang dan dimanja itu pasti rada bandel. Tapi gw yakin Tuhan pasti punya maksud, ga usah mengutuk, ga usah memihak, yang bisa kita lakukan ya berdoa supaya Tuhan buka mata mereka untuk mau berdamai. Tuhan tau kok mana yang terbaik untuk keduanya, kalo pun mau ngasih bantuan secara fisik, saran gw, bantulah dulu sesama kita di negara ini yang benar-benar membutuhkan bantuan. 🙂

*Sumber pendukung :

http://id.wikipedia.org/wiki/Konflik_Israel_dan_Palestina

http://id.wikipedia.org/wiki/Perang_Enam_Hari

http://id.wikipedia.org/wiki/Israel

The Devil Wears Guess, My Jobsss dan sejuta keluhan

Sebenarnya ide buat mengangkat tema tulisan kali ini udah ada sejak beberapa bulan lalu, tapi seperti biasa..Rasa malas begitu dominan untuk sekedar duduk di depan laptop lalu berjuang merangkai kata! Halah! 🙂

Jujur, gw rada dag..dig..dug saat berniat untuk memposting tulisan ini. Takut malah ‘objek’ tulisan ini membaca tulisan gw, soalnya ada banyak orang-orang yang bekerja dibawah perusahaan tempat gw bernaung saat ini yang tidak hanya menjadi rekan seprofesi tetapi juga menjadi teman di lingkaran socmed (yaelahh kalimatnya!), tapi setelah dipikir-pikir, hellowww..gw memposting tulisan ini bukan untuk menjelek-jelekkan kok, dari dalam lubuk hati yang paling dalam, gw cuma berniat untuk share pengalaman aja, siapa tau ada teman-teman yang senasib sama gw. (woooo yaealahh, pasti banyak!) 🙂

Kalo baca judul diatas, rasanya mirip-mirip judul sebuah buku yak? Yup betul! Tulisan ini terinspirasi dari buku terbitan tahun 2003: The Devil Wears Prada, karya Laure Weisberger. Ada yang belum pernah baca? Kalo ada, yaudah gih..sana cari bukunya, minjem kek, atau beli kek, trus dibaca biar tau apa isi bukunya. Buku ini juga pernah difilmkan pada tahun 2006, dibintangi oleh artis berwajah klasik, Anne Hathaway. Berhubung orang yang akan jadi objek tulisan gw ini ga pernah memakai merk Prada ke kantor, melainkan memakai merk Guess, jadi judul tulisan ini pun mengikuti kondisi yang ada dong 😀

Saat gw sedang ‘berenang’ di Social Media seperti Facebook, Twitter, YM, BBM, dan Whatapps, seringkali gw menemukan ada banyak orang yang ‘complain’ tentang atasannya,complain tentang pekerjaannya, dan complain tentang lingkungan pekerjaannya. Hayoo..ngakuuu siapa sih yang enggak pernah complain atau malah memaki atasan/boss-nya di SocMed or even dalam hati saja??? Kalau ada yang ngaku, pasti muna tuh! 🙂

Gak munafik, gw juga pernah ‘ngedumel’ dibelakang boss gw kok. Rumpiin sama rekan kerja lainnya juga pernah, yang lebih parah, ngomongin boss gw ke teman-teman yang bahkan GA TAU dan GA MENGENAL sosok boss gw juga pernah! (contohnya? ya saat ini kaka!) 🙂

Mari mendekat, duduk yang manis, dan gw akan menceritakan bagaimana akuwh bisa bekerja dibawah pimpinan boss yang ternyata berjenis kelamin wanita ini. MUHAHAHAHAHA..hiks..hiks! (gak usah rese ikut-ikutan ngetawain kemalangan gw deh!) 🙂

Alkisah, ketika gw mendapat tawaran terhormat dari tempat gw bekerja, sebuah perusahaan keuangan yang dikenal dengan nama Bank, untuk ‘ME-MANAGE’, ‘ME-MAINTENANCE’, dan ‘ME-NSERVICE’ nasabah-nasabah prioritas dan VIP serta ‘ME-NJUAL’ produk-produk kebanggaan perusahaan kami kepada nasabah-nasabah yang duitnya ga berseri dan ga ada habis-habisnya itu. Heyyhooo! Gw senangnya minta ampun. Saking senangnya, waktu ikut ujian semacam ‘Fit and Proper Test’, itu semua soal di kertas bisa gw kerjain hanya dalam waktu 20 menit aja! Berbahagialah teman-teman yang satu ruangan sama gw, karena waktu itu mereka nyontek jawaban gw dan kita semua lulus bareng..IYAA! Untung aja lulus! fufufu..~Beuhh…Sombong!!!~ *DitamparNameTagSamaHRD* (abaikan tata bahasa gw di paragraf ini yaa! *wink-wink*)

Singkat cerita, euforia kebahagiaan gw ga berlangsung lama. *kena jebakan betmen!*

Kenyataan seringkali tak seindah harapan. Setelah proses promosi berjalan lancar, gw pun dimutasi ke cabang lain, soalnya di cabang yang lama, sudah ada senior yang mengisi posisi yang serupa, dan gw sebagai junior, mau ga mau harus dimutasi ke cabang antah berantah.Dengan harap-harap cemas, gw pun berdoa semoga ga dipindah ke ujung Jakarta, males bok kalo sampe pake acara pindah kos segala, udah gitu males juga kelamaan di jalan kalo kejebak macet mulu! Doa-ku pun di dengar Tuhan. Akuwh dapat cabang yang ga jauh lokasinya dari cabang sebelumnya. Apakah semua masalah langsung selesai? Owhh..tentu tidak! jeng..jeng..jrengggggggg….

Awalnya gw merasa senang ditempatkan di cabang yang lokasinya elit dan dekat dengan tempat tinggal gw. Terletak di sebuah apartemen yang dikelilingin oleh mall-mall besar dan mewah.  Alasannya simple, kalo mau nge-mall, cuma tinggal ngesot atau jalan kayang doang! Tapiiiiiiiii, disitulah masalah terbesarnya! Berhubung yang namanya apartemen itu eksklusif, dimana ga semua orang bisa sembarangan masuk ke kawasan apartemen, makaaaa bisa ditebak, nasabah yang datang ga seramai cabang-cabang lain yang letaknya berada di pinggir jalan. Lha, mau parkir aja ribet, ga bisa melipir sembarangan, kalo nekat,bisa-bisa disemprit sama satpam apartemen yang galak-galak itu. Swear! galakan satpam apartemennya daripada gw! Disinilah perjuangan yang benar-benar bikin gw bercucuran air mata darah dimulai. Kerja keras beneran! *lebay*

Selain menjadi semacam ‘konsultan keuangan’ buat para nasabah plus beberapa hal yang sudah gw sebutkan diatas, salah satu job desk gw yang lainnya adalah menghimpun dana pihak ketiga (DPK), supaya nantinya para marketing Lending bisa ‘ngelempar’ kredit buat para debitur. Baik itu berupa KPR,SMB, atau SMART. Kalo ada yang ga paham sama istilah beginian, gih, googling dulu sana! Males kalo disuruh jelasin panjang lebar soalnya. Gak full jadi tanggung jawab gw sih, Pimpinan cabang juga bertanggung jawab atas ketersediaan ‘Funding’ ini. Lebih apes lagi malah, Funding dan Lending adalah full tanggung jawab Pimpinan cabang. HAHAHAHAHA! Kasian ya??? Tapi biasanya, Pimpinan dan RM/PB bagi-bagi tanggung jawab, Pincab rempong ngurusin Lending, RM/PB rempong ngrusin Funding.

Berhubung lokasi cabang tempat gw bekerja kondisinya ‘mengenaskan’ untuk dijadikan tempat menghimpun ‘Funding’,Tau Funding kan? bahasa gampangnya mah, Funding itu berupa deposito,tabungan,reksadana,ORI, dan semua produk yang membuat orang menyimpan uangnya di bank! Lho? kok susah sih? kan deket mall? kan di apartemen? kan banyak orang kaya? kok bisa susah sih?

Helloww..itu kan pusat bisnis kaka! Semua tenant apartemen, dan tenant di mall itu basic-nya ya buat bisnis. Orang bisnis itu ya duitnya selalu berputar, butuhnya ya pinjaman, bukannya deposito yang berarti bikin duitnya mengendap di bank! Gimana bank bisa ngasih pinjaman kalo dana pihak ketiga-nya aja kurang atau bahkan minus? Apa kabar itu laporan keuangannya? Gimana cabang bisa dapat untung? punya kewajiban ngasih bunga ke nasabah funding, tapi ga dapat bunga dari nasabah lending. Ga imbang,cyin!! Cabang yang sehat itu adalah cabang yang seimbang antara Funding dan Lending-nya. Heyhoo! BINGUNG? Gih, googling sana buat nyari tau. 🙂

Kebetulan Pimpinan gw saat baru pertama kali datang ke cabang itu adalah seorang yang jago di Lending, dan menyerahkan urusan Funding ke gw, yang notabene masih polos kaka! Terbiasa kerja di dalam kantor, jago kandang, dan tiba-tiba karena sedikit nasabah yang bisa terjaring dari dalam kantor, Gw wajib mencari NTB (New To Bank) untuk mendongkrak DPK, nyarinya ya mesti di luar kantor. Blah! Manalah akyu sanggup?! Mau nyari kemana coba? Emangnya nyari duit dengan nominal minimal ratusan juta itu gampang apa? Mau nangis rasanya! Sementara setiap bulan gw ditarget sekian eM..berrrr!!!!

Gak pernah kerja di luaran, ga punya referensi nasabah tajir, dilarang narik-narikin nasabah dari cabang sebelumnya dengan alasan ‘etika kerja’ biar gak sikut-sikutan, plus tekanan dari ‘Atasan diatasnya Pincab’ wajib tembus target tiap bulan, bikin gw stress! Udahlah, gw nyerah, mending pulang ke desa aja buat ngegarap sawah warisan,rela deh tiap hari mencangkul tanah garapan, daripada stress berkepanjangan gitu! Masalahnya, sawah warisan pun akuwh tak punya! matik deh gw!

Belum lagi masalah yang satu selesai, datang lagi kabar “BURUK’ lainnya. Pimpinan cabang gw kena rolling,cyin! Dan rumornya, pengganti Pimpinan cabang gw selanjutnya adalah seorang wanita yang namanya sudah tidak asing lagi di jagad perbankan KCU P*LM****! Mulailah suara sumbang terdengar di kanan dan kiri. Semakin lama, semakin santer. Semakin digosok, semakin sip! Semakin banyak mendengar, semakin lemas lutut gw! Dan satu cabang pun merasakan hal yang sama dengan gw! hahahaha senasib nih yee! Lha?? ini kenapa ga ada hal positif yang gw dengar tentang calon boss baru sih? Apa iya yang dikatakan semua orang itu benar? Dan perasaan gw pun semakin galau tak menentu.

Dalam hitungan minggu, nama gw pun langsung tenar wkwkwk, kok bisa? iyooo, bisa lhaa! Semua orang tiba-tiba merasa prihatin sama gw. Seperti biasa, kalo ada orang yang diangkat jadi Pimpinan Cabang, Surat Keputusan belum keluar, tapi gosipnya udah bisa nyampe ke ujung Jekardah! Berhubung rumornya Pimpinan cabang gw mau dirolling dan calon terkuatnya adalah…Sebut saja namanya Ibu, otomatis gw juga mendapat sorotan dong diantara teman-teman seprofesi hahahaha..iyaaa!! dapat sorotan mata ” Kasihan deh lo! Semoga kuat mental ya,jeung!” *nangis di pojokan*

Seperti yang dunia tau, di Indonesia itu, kebanyakan rumor atau gosip itu pada akhirnya akan menjadi kenyataan! Begitu pun yang terjadi di kantor cabang gw. Singkat kata, si Ibu jadi Pimpinan Cabang yang baru. Hari pertama dipimpin oleh boss baru, gw jadi orang yang paling sibuk…sibuk ‘mbalesin’ puluhan BBM yang masuk ke BB gw maksudnya. Ada yang menyampaikan keprihatinannya, ada yang kepo nanyain boss baru lagi ngapain, ada yang memberikan kalimat ‘penguatan’, ada yang nawarin lowongan di perusahaan lain, ada yang ngetawain (tegaa!!), wahh lengkap lah! Seolah-olah cabang gw baru ‘kemasukan’ mak lampir gitu deh. Jujur, gw juga kerja dengan hati ketar-ketir, udah mulai ‘kemakan’ omongan soalnya. >.<

Waktu pun berlalu, dan setiap hari gw jadi ‘si pemerhati’ setia karakter boss baru. Beberapa bulan berjalan, mulailah terlihat dan terbaca karakter boss gw ini, ternyata..ohh ternyataaaa! Ga semua yang gw dengar itu benar! Dan ga semua yang gw nilai juga benar! Bingung kan??? sama! Gw juga bingung! wkwkwk..

Well, si Ibu ternyata seseorang yang perfeksionis. Sounds negative or positive? Tergantung dari sisi mana kita melihatnya *sok bijak, padahal mah…*

Tauk sendiri kan gimana orang perfeksionis kalo bekerja? semua harus Excellent! Pelayanan harus OK! Jualan juga harus OK! target OK! semua-muanya wajib OK! Kerja apa-apa harus cepat, ga suka yang namanya berlambat-lambat, Harus ekstra ramah sama nasabah, Harus bisa kasih solving problem walaupun bantuinnya sampai ‘ berdarah-darah’.  Lo semua pasti mikir kayak gini, pantesssss si Arlinda rada kurusan sekarang! Well, ada benernya juga sih! T_T

Berada dibawah pimpinan boss yang perfeksionis, membuat gw mau ga mau juga jadi perfeksionis. Alamat manyun lah si Ibu kalo kerjaan gw ga beres. Kalo bisa, jangan sampai ada kesalahan. Tapi kan kita hanya manusia biasa kaka! Kesempurnaan hanyalah milik Tuhan. Lah? muahahahaha…

Yang namanya gedubrak-gedabruk kesana-kemari, bolak-balik kesana kemari, ngurusin ini itu dari ujung ke ujung, itu mah udah biasa!  Untungnya, si Ibu itu ga OMDO! Ngasih ‘standar’ performa kerja diatas rata-rata, tapi ga sungkan ikutan terjun langsung bantuin di lapangan. *nangisterharu*

Terdengar happy ending ya? ^^

JANGAN SALAH!!!!!!!!!!

Berhubung si Ibu udah bantuin kerjaan gw, harus ada timbal baliknya dong, gw harus bisa memaintenance dengan sebaik-baiknya semua nasabah yang udah dikenalin ke gw,tanpa cacat! Tau sendiri orang kaya, kecewa dikit, langsung ngambek dan pindah bank,cyin! ihikss..

Mari gw ceritakan kisah pilu dibalik semua kebahagiaan yang sudah kudapat itu…

Beruntunglah gw yang udah dikenalin sama lingkaran nasabah tajir kenalan sang Pemimpin Cabang. Bukan cuma sekedar kaya, tapi kaya buangetttttttt!

Belum pernah kan lo diajak naik Alphard cuma buat pergi ke warung mie legendaris langganan sang nasabah, hanya gara-gara di garasi rumahnya si tante itu ‘cuma’ punya 6 buah mobil. 5 mobil Alphard yang ‘cuma’ beda warna, sama 1 mobil Ferrari. Berhubung yang mau pergi makan itu ada 5 orang, dan ga mungkin 5 orang ini ‘tertampung’ sama Ferrari-nya yang cuma sebiji itu, sementara kalo jalan kaki juga jadinya rada jauh, plus rasanya aneh aja kalo punya 6 mobil di garasi, tapi ujung-ujungnya naik angkot, akhirnya, keluar juga itu mobil Alphard dari garasi untuk mengantar 4 orang tua, dan satu wanita cantik dengan dandanan super modis yang kerja di Bank XXX untuk sekedar pergi makan mie.*aheum..huk..huk..plakkk* Jarak warungnya ga sampe 100 meter, dan terletak di gang sempit perumahan warga, dan jalannya cuma muat buat satu mobil. Catet!!!

Trus gw bangga gitu cuma gara-gara naik Alphard dengan jarak ga sampe 100 meter? Merasa sukses gitu? Merasa hebat gitu?

Jelas enggak sodara-sodara! Malah malu! Disaat rame-ramenya para karyawan dari gedung-gedung perkantoran sekitar yang sedang beristirahat di warung mie dan warung-warung sekitarnya, ada 3 orang tua (yang satu lagi kan driver,jadi dia cuma nunggu di mobil aja!) dan satu cewe kece turun dari Alphard, ditatap puluhan mata sinis yang ada disitu lalu dengan cueknya masuk ke warung mie! Dan gw pun bisa langsung membaca apa yang ada di otak puluhan karyawan yang sedang menatap 3 orang tua dan satu cewe kece itu, “Pliss deh, Lagi pamer yahhhh???? Udah tau jalannya sempit, kenapa pula ada Alphard nekat masuk ke gang kayak beginih!!!” Yang ngasih tatapan manis hanyalah sang pemilik warung, kami pun disambut bak rombongan pejabat dan ini beneran loh! hiks..daaannnn puluhan mata pun menatap semakin sinis.

Trus??? Salah gw gitu yang cuma numpang di mobil ‘mahal’ itu? ataukah salah si tante nasabah yang ‘cuma’ punya mobil Alphard dan ferrari di garasinya? atauuuuu salah si pemilik warung yang menyambut kami layaknya menyambut rombongan pejabat? ahhhh taukk ahh, pokoknya pas makan rada aneh gitu lah, campur aduk jadinya perasaan gw yang terbiasa down to earth kemana-mana naik angkot ini *prettttttt!*

Semua ini MIAPAH??!! Ya, demi memberikan service ‘lebih’ memuaskan bagi nasabah, itulah yang membedakan kami dengan cabang lain, atau bahkan BANK  lain, bukan service yang aneh-aneh loh ya tapinya! Saat kita dekat secara pesonal dan tentunya profesional dengan nasabah, mereka pun akan semakin loyal kepada Bank. Yah, simbiosis mutualisme lah intinya mah! Gw butuh, Elu juga butuh. Klop kan? nyokk maree dilanjut bisnisnya!

Ga semua nasabah tajir punya karakter ‘baik hati’ dan ga rewel seperti tante yang gw ceritakan diatas. Berbahagialah wahai para marketing yang semua nasabahnya anteng dan ga rewel, tapi GAK MUNGKIN! wkwkwk..

Namanya juga manusia, karakternya pasti berbeda-beda. Nasabah yang baik hati, tidak sombong, tidak rewel, tidak galak, dan tidak neko-neko pasti akan jadi nasabah favorit sang marketing dan seluruh staff di cabang hihihihi…tapi kalo kebetulan lagi apes, punya nasabah yang *amit-amit getok-getok kayu* karakternya “sulit” dan “rempong”, yahhh kuat-kuatin mental aja ya,ceu!!! Contoh marketing apes yang punya nasabah super duper ‘sulit’ dan paling rempong sejagat raya adalah……GW! hikssssssss *menangis panjang*

Belum pernah kan lo janjian sama nasabah, lalu telat gara-gara kena macet tak terduga, dan ‘disemprot’ lewat telpon cuma gara-gara gw merusak ‘schedule’ super pentingnya beliau hari itu??!! Usut punya usut ternyata gw hanya ‘merusak’ schedulenya buat latihan salsa bersama ibu-ibu kaya lainnya. Ngok! “pliss deh tantehhhh! Ga penting deh loe! Gw nyaris meleleh nih di dalam mobil kena macet, dikata Jakarta itu tinggal gelinding koprol trus langsung nyampe ke rumah lo di ujung utara Jakarta itu apahh?!!” Andai bisa balas ngomong kayak gitu! Dan untungnya aja ga kelepasan ngomong gitu, bisa repot ntar! wkwkwk..

Belum pernah kan lo dikerjain nasabah, janjian di koordinat A, begitu gw Otw kesana, tiba-tiba dia ngasih tau udah di koordinat B, disusul kesana, tau-tau dia ngasih tau udah di koordinat C! Samber geledek gak tuh! Teteupppp gw ga boleh marah atau complain, pelayanan prima,cyin!!! *garuk-garuk aspal lalu garuk-garuk pantat*

Belum pernah kan lo, janjian sama orang jam sekian, begitu datang ke rumahnya, pembantunya bilang, ohh Nyonyah lagi tidur siang dan ga bisa diganggu. Wot??wot???? ahh, udah biasa! nasiibbb..nasiibbb >.<

Belum pernah kan lo, baru sampai di kantor, lihat BBM, tiba-tiba ada nasabah nyuruh suruh datang ke rumahnya pagi itu juga, disuruh ambil form pembayaran kartu kredit, soalnya kartu kredit yang bersangkutan jatuh tempo hari itu, dan lokasi rumahnya udah kayak tempat Jin buang anak! Ebuset! Langsung ngibrit dah ke rumah sang jin, eh sang nasabah.

Dannnnnn…masih banyak pengalaman lainnya yang bikin pegel kalo gw ketik satu-satu.. Lol, dibalik dandanan kece, gaya berpakaian yang rapi, kok kerjaannya ‘seems like’ pembokat amat yak gw ini?

Terserah lah lo mau bilang apaan hahaha…, Namanya juga kerja di bidang jasa, Job desk-nya aja ‘Memberikan pelayanan prima!’ tau dong apa definisi pelayan? yang namanya pelayan ya kerjanya memang melayani, harus bisa menyenangkan hati majikan, harus mau disuruh-suruh, harus kuat-kuatin hati pas sewaktu dimarahi, harus bisa berlapang dada saat diperlakukan semena-mena, mau diperlakukan kayak gimana juga tetap ga boleh protes! asal ga menjurus ke pelecahan aja.

Dari pekerjaan itulah gw jadi belajar banyak hal, Seorang pelayan, ga punya ‘kekuatan’ untuk menjadi SOMBONG. (kalo bisa sombong sih namanya Boss!) dan dari pekerjaan itu juga lah gw tau bagaimana cara menghargai dan menghormati seorang pelayan. Swear, jadi pelayan itu ga enak! Berbahagialah kalian yang terlahir dengan keberuntungan “tidak perlu jadi pelayan!”. Tolong itu yang masih suka menyiksa pembantunya di rumah, yang suka menjadikan pembantu sasaran kemarahan, yang suka semena-mena nyuruh pelayannya begini dan begitu, bertobatlah! Sapa tau someday kalian dikasih ‘kesempatan’ buat nyicipin jadi ‘pelayan’, nah KAPOK loh! ekekekekeke…

Lha, kalo jadi pelayan itu ga enak, kenapa elo masih mau ngerjain pekerjaan kayak gitu,nda? jawabannya simple! Disitu gw dididik untuk belajar rendah hati, belajar apa arti melayani yang sesungguhnya, belajar untuk ga terus-menerus complain sama keadaan, dan semuanya ‘pendidikan’ itu gw dapatkan dengan GRATIS!

Trus sampe kapan lo mau ngerjain pekerjaan kayak gitu? Sampai ‘Babeh’ gw bilang, kalo gw layak naik kelas! hihihihi…see, simple kan? Jadi, makasih buat teman-teman yang sejak 2 tahun belakangan ini semangat buat ‘ngomporin’ gw meninggalkan pekerjaan ‘hina’ yang ga bikin gw kaya itu jauh-jauh, semua akan indah pada waktu-Nya.

Jadiiiiiiiii…kalo ada yang masih berpikir, enak yaa kerja di BANK, duitnya banyak, kerjanya jalan-jalan mulu tiap hari, orangnya cakep-cakep, wangi-wangi, sebuah pekerjaan prestisius, dan masih banyak embel-embel lainnya yang cuma keliatan bagus-bagusnya doang, sok atuh, dibaca lagi tuh tulisan gw dari atas sampe kebawah! hihihihihi…

Makanya gw merasa jengkel, ngenes, dan pengen ‘njitak’ kalo ada orang yang kerjanya di dalam ruang ber-AC, masih bisa nyuri-nyuri waktu buat internetan, jam istirahat teratur, ga ditarget sekian milyar per bulan, datang bisa jam 8 lewat (kalo di bank udah potong gaji tuh woiii..), pulang jam 5 teng, pulang masih sempat bisa masak makan malam, TAPIIIIIIIIII masih aja kerja malas-malasan dan ngeluh sama kondisi pekerjaannya saat ini! Yang katanya kerjaannya membosankan lah, yang boss-nya ga enak lah, yang kantornya ga asik lah. Ebusettttt, rasanya kalo baca status kayak gitu di SocMed berasa pengen ngelempar talenan emak gw di dapur deh! wkwkwk..sesekali ngeluh sih manusiawi lah, tapi kalo keseringan?? lha?? KERJA ngeluh, NGANGGUR malah nangis bombay, ga ada bersyukur-bersyukurnya amat sih jadi orang.

Gw nulis kayak gitu, bukan berarti gw sama sekali ga pernah ngeluh. OH..TENTU TIDAK! Berbahagialah orang yang masih punya privacy untuk sesekali mengeluh di Time Line SocMed-nya wkwkwkk..sedangkan gw??? harus hati-hati kalau mau mengeluh. Bingung juga mau ngeluh kemana dan kepada siapa? Ngeluh di status BBM? waaaaa…bunuh diri itu namanya! Ada banyak nasabah, rekan kerja, dan Boss-boss yang contact BBM-nya bertengger di situ. Di facebook? aduh,nek! ada banyak rekan sekerja disitu, di twitter? sama aja, ga jauh beda! Paling ngeluhnya cuma sama Tuhan, itu juga udah ga enak hati duluan sebelum ngeluh, kesannya kok ya gw ini bisanya cuma complain doang yak? hahahahaha *timpuk pake lemari*

Sadar atau ga sadar, tulisan ini juga udah termasuk suatu bentuk keluhan yang tersirat walau tak tersurat. Sama aja kalo gitu, gw juga tukang ngeluh! Yah, setidaknya gw ga cuma bisa nunjuk hidung orang lain untuk mendakwa lah wkwkwkkw….

Udah ah,ceu! Pegel nih ngetik sepanjang jalan kenangan gini. Udah jam 4 subuh! Apa kabar lah nih kerjaan gw pagi ini, ahikss…Tuh kannnnn..ngeluh lagi! 🙂

Bermimpilah seliar mungkin, setelah itu bangunlah, jadikan mimpimu sebagai cita-cita dan mulailah langkah pertama untuk mewujudkan mimpimu!

Image

Well,yeahh..I’m trying to be a good writer..even just write a story in my blog. At least, I tried to write. Menulis sesuatu itu susah, apalagi kalo sampai punya keinginan untuk menjadi penulis yang baik, perlu banyak belajar dan banyak latihan. Hmm..sebenarnya keinginan untuk jadi penulis itu merupakan salah satu “cita-cita” gw waktu jaman sekolah dulu. Dimulai saat gw suka menulis cerpen dan cerita yang agak panjang (belum pantas disebut novel soalnya!) dengan pembaca setia teman-teman terdekat gw. Yah, merasa senang aja kalau ternyata teman-teman menyukai cerita yang gw buat, apalagi kalau sampai mereka penasaran sama lanjutan ceritanya. Sayangnya, gw gak bakat buat mendokumentasikan hasil karya yang cuma ditulis diatas buku tulis biasa itu. Entah dimana rimbanya sekarang. Yang jelas, gw sudah kehilangan jejaknya. Sayang banget ya. 😥

 

Sama seperti anak-anak lainnya, waktu kecil gw memiliki banyak cita-cita. Pengen jadi ini lah, pengen jadi itu lah, pokoknya labil banget deh. Dasar dari kecil emang udah “beda” dari anak-anak yang lainnya (gak sudi dibilang aneh!), disaat anak-anak seumuran gw punya cita-cita jadi dokter,pilot,presiden atau jadi Insinyur (kayak si Doel!), gw malah punya cita-cita jadi reporter yang langsung diamini oleh kedua orang tua gw! 

 

Iyehhh..langsung diamini oleh kedua ortu gw, mungkin karena dari kecil gw udah kelihatan ceriwis kali, selalu nge-report apa yang gw lihat dan apa yang gw alami! Untungnya gw gak mempan saat didoktrin opung gw untuk ikut-ikutan jadi pendeta kayak dia, bisa ancur dunia ini kalo pendetanya kayak gw! Wkwkwk

 

Setelah punya cita-cita pengen jadi reporter, dikarenakan belum stabil secara emosional, muncul cita-cita lainnya, yang selalu berubah-ubah setiap tahunnya. 

 

Ingin kerja di Bank. Biar keliatan cantik dan keren, karena dulu tiap diajakin nyokap pergi ke bank dan ngeliat mbak-mbak yang kerja di Bank, kok cantik-cantik yahh..udah gitu, kerja di Bank itu keren banget kelihatannya, dan image waktu gw kecil, kalau mau kerja di Bank itu harus pintar! Soalnya berhubungan sama uang (Padahal apa hubungannya coba?). Dan pemikiran gw waktu kecil, orang yang kerja di Bank itu kaya-kaya, soalnya di Bank kan banyak uangnya gitu! (Apa cobakkkk?) Nyentrik banget kan cara mikirnya? Mana ada sih anak kecil yang mikir kayak gitu? Ishhhh (˘.˘٥) *jedot-jedotin jidat ke tembok*

 

Faktanya? Saat ini gw malah “nyebur” di bidang perbankan. Udah 4 tahun lebih pulakkk! Bisa dibilang “tenggelam” bukan “nyebur” lagi itu sih! Well, mari kita review, apakah setelah kerja di Bank, image indah yang tertanam di memory otak gw sejak kecil benar-benar terjadi pada diri gw ini. 

Cantik? Relatif! Orang lain yang bisa menilai apakah gw cantik atau enggak. Yang pasti, gw diwajibkan untuk berpenampilan rapi dan menarik. Supaya bisa menjaga image eksklusif dari Bank tempat gw mencari nafkah itu. Profesionalitas dilihat dari cara seseorang berpenampilan dan bersikap,itu intinya!

Pintar? Gak perlu jadi orang sepintar Einstein atau Habibie untuk bisa kerja di Bank, asal bisa teliti,cepat dan jujur dalam bekerja, itu aja udah cukup! Yang penting gak “FRAUD”! 

Kaya? Well, yang kaya itu malah nasabahnya! Pegawai Bank-nya ya biasa aja, sama aja kayak pegawai lainnya, kalo udah tanggal 20 keatas, jangan harap ada makan siang mewah dari resto yang letaknya di mall sebelah, paling juga melipir ke warteg, atau nyuruh OB buat beli makan siang “berbudget”, namanya juga kerja sama orang lain. Selama masih jadi “kacung”-nya orang lain sih, udah ketebak, gak akan bisa sekaya Sudono Liem atau Bakrie lah. Beda cerita kalau posisi gw di Bank adalah dewan Direksi. Kalo pengen kaya, jadilah pengusaha atau jadilah istri pengusaha, baru deh bisa ikut-ikutan kaya :))

 

 

Ingin jadi Hacker/Programmer. Well, gara-gara demen banget nonton film yang mamerin kemampuan seseorang buat nge-hack sistem keamanan yang kelihatannya kok ” keren pangkat sepuluh! ” Bisa menyabotase kamera keamanan, ngendaliin robot, dan ngendaliin apa aja yang si hacker mau hanya dengan sebuah alat atau program. Ditambah lagi gw nonton film Jhonny Mnemonic dan The Matrix-nya Keanu Reeves, lalu ngeliat sepak terjang Sydney Bristow si agen SD-6dan CIA di film ALIAS yang bisa mecahin misteri coding biner (yaelahh!) , lalu nonton film Inception-nya Leonardo Dicaprio, membuat gw bertekad lonjong untuk beneran jadi seorang Hacker atawa Programmer. Ishhh, beneran naif banget!

 

Langkah pertama yang gw lakukan adalah masuk jurusan Sistem Komputer, gak nanggung-nanggung tuh major, belajar hardware sama Software sekaligus! Jangan harap gw bisa mejeng ala cewe menye-menye di kelas buat ngecengin cowo-cowo ganteng disini! Udah mana isinya cowo-cowo nerd berkacamata yang keliatannya gak minat kalo liat cewe, tapi bernapsu tinggi kalo ngeliat game macam Dota dan Ragnarok! Ditambah gw jadi mahluk minoritas karena jumlah cewe seangkatan bisa diitung pake 10 jari tangan dan 10 jari kaki, itu juga pasti jarinya nyisa! Udah gitu, gak jauh beda sama gw pulak karakternya! Tomboy plus cuek-cuek enggak jelas gitu. Jangan harap ketemu cewe model Dian Sastro gitu deh, apalagi macam Sahrini. Tiwas terlanjur! Mau mundur, harga diri terlalu tinggi, dilanjutkan juga bikin gerah karena emang ternyata bakat gw bukan disitu, tapi nasi udah jadi bubur, ya harus diselesaikan atuh dengan tepat waktu kuliahnya T.T

 

Ternyata untuk jadi seorang Hacker/Programmer itu jelas butuh intelegensi yang tinggi, kemampuan logika matematika yang udah masuk kasta super duper aja belum cukup! Butuh ketekunan, kemauan untuk belajar dan juga BAKAT! (Perhatikan kata yang ditulis dalam huruf besar itu!) Yang namanya ngoding itu gak gampang bo!! Makin smart otak seseorang, makin pendek juga coding-nya. Soalnya coding itu hasil logika otak. Makin jago logikanya berarti cara berpikirnya gak perlu muter-muter. Gw punya teman yang bakat banget di bidang coding-mengoding ini! Disaat programmer lain butuh 3 hari untuk menuangkan logika matematikanya dalam sebuah coding, dia cuma butuh waktu sehari! Tuh kaaann, apa gw bilang! Pintar aja gak cukup, pintar dan berbakat baru deh sukses jadi programmer! Eh, ditambah otak licik, sifat bandel plus adrenalin berlebih dink kalo mau sekalian jadi Hacker atau Cracker gitu!

 

Faktanya? Praise God kuliah gw lulus tepat waktu walaupun gw terlambat menyadari bahwa bakat gw bukan di bidang teknologi tingkat tinggi ini! Pekerjaan gw sebagai tim programmer hanya bertahan 3 bulan! Yap, gw gak bisa jadi seseorang yang autis di depan komputer selama puluhan jam hanya buat ngotak-ngatik coding dan bekerja overtime sampe tengah malam tanpa dibayar lembur walau gaji udah menjulang kayak tugu monas. Sumpah,ogahhh!

 

Ingin jadi Diplomat. Gara-gara hobi gw yang suka baca komik Jepang, gw sempat tergila-gila sama sebuah komik serial yang menceritakan kisah seorang cowo yang jadi diplomat muda karena baru umur 17 tahun, yang saking pinter dan gantengnya (apa cobakkkkk?) Disukai oleh semua cewe-cewe diseluruh Jepang yang mengidolakan diplomat muda ini, selain disukai cewe-cewe dia juga disukai seluruh anggota parlemen yang membuat dia dipromosikan jadi Presiden, dan kemudian beneran jadi Presiden. Gw lupa sama judul komiknya, tapi gw tergila-gila sama kisah cinta-nya yang bikin gw senyum-senyum sendiri berasa jadi tokoh utama cewe di dalam komik itu (pretttt!), kalo dipikir pake logika, gak bakalan ada deh kisah nyata cowo itu di dunia ini walau ditunggu sampe taun firaun bangkit dan keluar sendiri dari dalam piramid!

 

Gw berpikir bahwa, enaknya jadi diplomat! Bisa keliling dunia gratis yang dibiayai oleh negara, jadi duta bangsa, (lagi-lagi) keren, karena diplomat itu sebuah pekerjaan bergengsi, bisa ketemu tokoh-tokoh terkenal dunia macam koffie Anan (mantan sekjen PBB) atau pangeran William yang cuma bisa diliat di TV oleh golongan rakyat jelata (kayak gw ini!), stay lama di luar negeri dengan segala fasilitas, udah gitu digaji pulak!! Padahal, jadi diplomat itu taruhannya nyawa, apalagi kalo kedapatan bertugas di negara yang situasi politiknya lagi gak stabil dan penuh konflik. 

 

Masih inget dong berita baru-baru ini? Dubes Amerika buat Libya yang terbunuh itu! Amerika yang punya standar keamanan segitu tinggi-nya aja masih bisa kecolongan sampe Dubes-nya terbunuh, pegimane Indonesia cobakkk??? Ibaratnya, (sorry to say,bukannya mau merendahkan Indonesia,tapi ini cuma perbandingan aja! Still love Indonesia kok!) Jaman Amerika kalo ada kebakaran atau kemalingan di rumah warga, alarmnya langsung nyambung ke 911, di Indonesia kalo ada kejadian yang sama, alarm-nya cuma “nyambung” sampe kentongan bambu di pos ronda!

So, jadi Diplomat itu gak seindah yang anak-anak SMP bayangkan. 

 

Diplomat itu sama aja kayak seorang negosiator. Tugas utamanya untuk membela, memperjuangkan hak-hak negara dan menunjukkan eksistensi negaranya di mata dunia. Berat boooo jadi diplomat itu ternyata! A diplomat never say No directly. Yes,indeed! 😉

 

Faktanya? Belom kesampean tuh cita-cita yang satu ini, diplomat kan kudu jadi PNS yah? Yah,semoga someday Tuhan kasih kesempatan lah untuk mewujudkan mimpi ini. Gak ada yang mustahil di hadapan Tuhan tho? 😉

 

 

Ingin jadi Penulis. Gara-gara punya hobi baca, gw pernah kepikiran buat jadi penulis! Serius! Bagi gw, jadi seorang penulis itu susah loh, selain harus punya kemampuan dasar untuk menulis, seorang penulis juga harus punya imajinasi diatas rata-rata, harus berani berimajinasi liar supaya bisa dapat ide briliant! Lihat aja J.K Rowling yang sukses sama buku Harry Potter-nya. Dalam waktu kurang dari 12 tahun bisa menghasilkan 7 buku best seller di seluruh dunia dan diterjemahkan menurut bahasa masing-masing negara! Dan tiap-tiap buku tingkat ketebalannya cocok banget buat dijadiin bantal! Gw aja bisa autis berhari-hari kalo udah mulai baca buku Harry Potter edisi terbaru, walau tebal bukunya mengalahkan ketebalan martabak Assen yang paling kondang se-kota Serang, tetap aja gak bikin ngantuk dan sukses bikin penasaran! Serius, gw kagum sama fantasinya dia! Bisa detail gitu untuk mendeskripsikan sesuatu! 

 

Mana kepikiran sih gw, kalo di dunia sihir pintunya aja pake password suara yang bisa di-reset tiap taun ajaran baru, “sensor” suaranya berupa lukisan bergerak yang tergantung di depan pintu, macam pintu pake pemindai suara di dunia modern! Mana kepikiran sih gw kalo olahraga di dunia sihir itu ternyata mirip olahraga Hokey atau football di dunia nyata, ada bola,pemukul,gawang,pake penjaga juga, bedanya di dunia sihir larinya pake sapu terbang, sedangkan di dunia nyata kalo main Hokey itu pake sepatu ice skate dan kalo football itu pake sepatu bola! 

 

Faktanya? Gw suka menulis, walau tidak berharap jadi penulis kondang macam tante J.K Rowling. Cuma sekedar hobu aja kok. Waktu tulisan gw dimuat dalam koran online yang lumayan kondang di Indonesia, jujur gw sampai jejingkrakan bangga kayak wong ndeso, Beneran sebuah artikel loh yaa, bukannya keluhan di Surat Pembaca! sayangnya gw yang sok misterius ini gak pernah pakai nama asli waktu jadi kontributor koran online tersebut, tapi gw selalu menggunakan nama yang sama saat join di forum-forum maupun saat jadi kontributor. Nama asli hanya gw pergunakan di Facebook atau twitter saja 😀

 

Dengan menulis, seseorang bisa menuangkan pikirannya. Jadi dari tulisannya, sebenarnya cara pikir seseorang bisa dibaca oleh orang lain. Jadi hati-hati dalam mengeluarkan statement, jangan sampai jadi bumerang buat diri sendiri, kalo mau menuliskan pendapat di forum resmi, be smart please! Setidaknya cari sumber yang bisa dipercaya agar bisa memperkuat pendapat yang kita miliki, jadi gak asbun dan memprovokasi gitu kesannya. 

 

 

Ingin jadi Suster di Biara. Gak usah didengar, ini cuma ocehan anak kecil aja kok! Dan cuma sekali doang terucap, Nyokap gw aja langsung melengos waktu gw bilang pengen jadi Suster wkwkwk, tukang rusuh gini kok ya mau jadi Suster, bisa ancur tuh biara. Berhubung gw masih punya keinginan daging untuk menikah, masih suka nongkrong di mall, masih suka rumpi-rumpi, masih suka sama duit, masih suka godain cowo-cowo ganteng yang bisa diprospek jadi calon suami, plus semua list duniawi diatas gak cocok untuk dunia ke-suster-an, jadi anggap saja ini cuma intermezzzzzooo 😀

 

Faktanya? Untung Tuhan gak mengabulkan cita-cita “ngasal” bin sompral gw yang satu ini! *sujud syukur*

 

 

Ingin jadi orang kaya yang tinggal ongkang-ongkang kaki tanpa perlu kerja rodi atau setidaknya jadi istri orang kaya. Okeh, ini cita-cita yang paling absurd banget dalam sejarah hidup gw! Memalukan! Tapi siapa sih yang gak pengen jadi orang kaya? Buat yang langsung memberikan cap stempel “MATRE!” Buat cita-cita gw yang satu ini, selamat..anda sukses menjadi hakim atas orang lain dan label “MUNAFIK” langsung otomatis tercetak di jidat anda! 😀

 

Well,kidding lahhhh..serius amat sih baca-nya wkwkwk. Dari anak kecil sampe orang tua, siapa sih yang gak pengen jadi orang kaya? Walau itu hanya sebuah cita-cita, Jadi kaya ya sukurrr, enggak ya nasib! 😀

ukuran kaya seseorang emang gak ada parameternya. Tapi setidaknya kalo mau ambil sisi positif buat cita-cita yang satu ini, bisa dimulai dengan langkah awal, jadilah seorang pekerja keras, jangan jadi pemalas! Sekalinya sudah mulai melangkah, jangan pernah mundur, berjalanlah terus, karena apa yang terjadi di garis finish gak akan pernah kita ketahui sampai kita benar-benar melaluinya! Bahkan orang kaya yang tinggal duduk ongkang-ongkang kaki pun pernah melewati proses bekerja keras hingga bisa seperti saat ini. Iya tho? 🙂

 

Dari seluruh cita-cita yang pernah mampir dalam hidup gw, ada beberapa diantaranya yang pernah dan jadi kenyataan hingga saat ini. Seluruh cita-cita diatas awalnya hanyalah sebuah “mimpi” yang gak akan terwujud kalo gw gak berusaha untuk mewujudkannya, dan bisa terwujud karena gw berani untuk melangkah demi mewujudkan mimpi gw tersebut.

 

Well,intinya..silahkan bermimpi setinggi dan seliar apapun, tapi jangan lupa untuk “bangun” dan memulai sebuah langkah agar mimpimu bisa terwujud. Kalo pun setelah berusaha dengan sekuat tenaga tapi belum terwujud juga, setidaknya kamu tidak menyia-nyiakan mimpimu hanya menjadi bunga tidur semata 🙂

 

Ps : berhubung postingnya melalui hape, jadi harap maklum aja kalo hasilnya berantakan ya 🙂